Waspada, Kasus Covid-19 di Sleman Melonjak

Antara · Rabu, 02 Desember 2020 - 10:19:00 WIB
Waspada, Kasus Covid-19 di Sleman Melonjak
Petugas sedang melakukan rapid test kepada pengunjung dan karyawan objek wisata Tebing Breksi, Prambanan, Kamis (29/10/2020). (Foto : Dok Humas Sleman)

SLEMAN, iNews.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, mencatat lonjakan kasus infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir. Satgas Covid-19 mempertimbangkan pasien baru untuk isolasi mandiri.

Satuan Tugas mencatat penambahan 22 kasus pada 27 November, 72 kasus pada 28 November, 55 kasus pada 29 November, 29 kasus pada 30 November, dan 58 kasus pada 1 Desember 2020.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Slema Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Rabu, mengatakan bahwa lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah kabupaten mempertimbangkan opsi mengarahkan pasien Covid-19 tanpa gejala untuk menjalani karantina mandiri.

Pemerintah kabupaten, menurut dia, mempertimbangkan opsi tersebut karena kapasitas fasilitas kesehatan darurat di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang terbatas.

"Sebelumnya Pemkab Sleman lebih mengutamakan perawatan OTG (orang tanpa gejala) di faskes darurat. Dua selter, yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, memiliki total kapasitas 212 kamar. Namun seiring peningkatan kasus Pemkab Sleman mulai kewalahan," katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan mematangkan prosedur isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan menyampaikannya kepada warga agar mereka memahami langkah-langkah menjalankan karantina secara mandiri.

"Selama ini, isolasi mandiri sudah diberlakukan namun baru terhadap beberapa pasien. Sebelum menjalani karantina di rumah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi," katanya.

Penyuluh Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Prihantama menjelaskan, ketentuan mengenai karantina mandiri tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 440/02291.

Editor : Ainun Najib