Petugas BBPOM sebut banyak kosmetik yang mengandung zat berbahaya dan tak kantongi izin edar dijual online. (MPI/erfan erlin)
erfan erlin

YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menemukan ribuan kosmetik mengandung bahan berbahaya yang beredar di wilayah DIY. Banyak produk yang tak miliki izin edar dipasarkan secara online.  

Kepala BBPOM di Yogyakarta, Trikoranti Mustikawati mengatakan, secara serentak BBPOM DIY bersama dengan Balai lain di seluruh Indonesia melakukan Aksi Penertiban Pasar dari Kosmetik Ilegal dan atau mengandung Bahan Berbahaya. 

Penertiban ini merupakan upaya untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal untuk melindungi kesehatan masyarakat. Bahan kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya. 

"Target aksi ini adalah kosmetika tanpa izin edar (TIE) dan kosmetik mengandung bahan berbahaya," tutur dia, Jumat (5/8/2022). 

Target operasi ini pada sarana yang mengedarkan kosmetik, yakni sarana distribusi yang berdasarkan analisis risiko berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya. Aksi ini dilakukakan pada bulan Juli 2022 dengan melibatkan lintas sektor setempat.

"Kami libatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota se-DIY," ujarnya.

Pemeriksaan ini telah dilaksanakan di 52 sarana, sebanyak 23 sarana memenuhi ketentutan. Sedangkan 29 sarana tidak memenuhi ketentuan.

BBPOM juga menemukan kosmetik tanpa ijin edar maupun kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Jumlahnya cukup banyak mencapai 4.587 pieces, masing-masing 4.515 pieces adalah kosmetik tanpa ijin edar, 69 pieces mengandung bahan berbahaya dan 3 pieces kosmetik yang sudah kadaluarsa.

Temuan terbanyak adalah kosmetik tanpa ijin edar meliputi tata rias ataupun perawatan. Kosmetik ini sangat membahayakan kesehatan bagi masyarakat.

"Nah parahnya, kosmetik tersebut banyak diedarkan secara online," ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT