Sejumlah pakar menjadi nara sumber dalam Bedah Buku Nicotin War di Semarang. (foto: istimewa)

Akademisi dari UNDIP, Khothibul Umam mengatakan, sejak dulu karya sastra dan seni begitu kuat kaitannya dengan rokok. Dulu sejumlah tokoh merokok dan tidak masalah jika tersorot oleh kamera. Sampul-sampul buku, seperti Rara Mendhut atau Chairil Anwar juga menampilkan sosok yang merokok.

Dalam perkembangannya, sampul-sampul itu tidak lagi menunjukkan rokok. Rokok menjadi barang yang tabu. 

“Sebagian besar karya seni ada yang penuh dengan pabrik rokok atau perkebunan tembakau,” ujar Umam. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network