“Seperti juga menyiapkan barak-barak untuk warga yang masuk radius lebih jauh. Jadi penyiapan bilik ayah bunda ini untuk kesiapsiagaan dan antisipasi. Tetapi jika ternyata tidak jadi dipakai karena tidak jadi bencana ya alhamdulillah. Termasuk kalau saat ini belum diperlukan karena pengungsi hanya lansia dan anak-anak ya tidak apa-apa,” katanya.
Linda menambahkan untuk menyiapan bilik ayah bunda ini juga tidak perlu menunggu ada masalah, termasuk sebelum mendirikan bilik juga sudah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat dan stakeholder lainnya.
Mengenai lokasi bilik ayah bunda dinilai tidak tepat di luar ruangan, Linda menyebut karena kalau di dalam ruangan seperti di dalam ruang kelas yang ada di dekat barak, infonya akan digunakan sebagai ruang isolasi jika ada yang sakit dengan gejalan Covid-19.
“Dengan pertimbangan itu, dikhawatirkan ada ketakutan tersendiri jika lokasinya dekat ruang isolasi,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto mengatakan, saat ini keberadaan bilik ayah bunda memang belum digunakan. Namun bilik ayah bunda ini sebagai antisipasi jika nanti semua warga sudah mengungsi.
“Kami sebenarnya juga sudah menyiapkan empat bilik ayah bunda di ruang kelas SD Muhammadiyah Cepit di bawah barak. Saat diperlukan tinggal menuntupi korden,” katanya.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait