Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Munas XI Perbarindo Tahun 2022 yang digelar di Yogyakarta, Rabu (19/10/2022). (Foto : Ist)

Sementara itu, Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengatakan, BPR dan BPRS berperan penting dalam mendampingi UMKM. “BPR ini bisa dikatakan seperti denyut nadi untuk pendampingan, permodalan, dalam menjalankan bisnis selama ini,” ujarnya.

Joko menuturkan, idealnya ada empat fase yang harus dilalui BPR dan BPRS agar berkontribusi besar terhadap UMKM di Indonesia. 

Fase pertama, inisiasi saat UMKM baru berdiri dan membutuh modal dari lembaga keuangan formal. “Siapa lagi kalau bukan BPR dan BPRS,” ujarnya.

"Fase kedua, saat UMKM sedang berkembang dan belum mendapatkan pembiayaan dari perbankan umum, maka BPR dan BPRS memberikan pendampaingan dan modal usaha lebih besar dari fase pertama," ujarnya.  

Kemudian fase ketiga, ekspansi di mana UMKM sudah maju dan berkembang. Setelah melalui fase 1 dan 2, menyambungkan ke pasar regional dengan teknologi.

"Fase keempat, BPR mendorong UMKM agar bisa mandiri, ekspor dan go global. Kami menjadi garda terdepan dalam literasi, edukasi kepada masyarakat. Mungkin dari sisi kuantitatif masih kecil, tetapi kami sangat yakin bahwa multiplier effect sangat besar atas apa yang sudah kita lakukan dalam membantu UMKM," ujarnya.


Editor : Ainun Najib

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network