Ketua LPSBWI, Prof Nurul Huda memberikan keterangan soal kegiatan pelatihan nazhir di Yogyakarta, Rabu (26/1/2022). (Foto Priyo Setyawan)
Priyo Setyawan

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar pelatihan kompetensi, sertifikasi dan e-reporting wakaf bagi nazhir (penerima wakaf harta benda dari wakif). Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari di Yogyakarta Rabu (26/1/2022) sampai dengan Jumat (28/1/2022).

Pelatihan ini diikuti 25 peserta dari perwakilan BWI daerah di Indonesia. Mereka berasal dari lembaga keuangan syariah penerima wakaf dan perwakilan Kementerian Agama (kemenag).
 
Ketua Lembaga Sertifikasi  Profesi BWI (LSPBWI) Prof Nurul Huda mengatakan, pelatihan ini untuk memberikan bekal guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan nazhir dalam bidang perencanaan harta wakaf dengan baik dan tansparan.   
 
“selesai pelatihan, para nazhir harus bisa membuat laporan perencanaan penerimaan harta wakaf yang baik dan transparan,” katanya.
 
Para Nazhir diharapkan dapat mengelolan wakaf secara transparan dengan output berupa laporan, baik  keuangan dan kinerja  yang dapat diakses oleh wakif (orang yang memberikan wakaf). Harapannya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap nazhir meningkat dan berimbas pada kenaikan wakaf di kalangan masyarakat.
 
“Kami berikan beberapa langkah untuk meningkatkan kemampuan nazhir dalam menghimpun dana wakaf. Sekaligus merubah mindset dari klasikal bergesar lebi modern dalam pengelolaan wakaf,” ujarnya.

Ketua Pusat Kajian Transformasi Digital BWI, Irfan Syauqi menjelaskan program BWI di tahun 2022 di antaranya penguatan transformasi digital. Alasannya, digitalisasi menjadi hal yang penting untuk mempermudah proses pengelolaan wakaf sekaligus sarana untuk meningkatkan akuntabilitas dan transformasi dari wakaf.
 
“Selain akan memperkuat kepercayaan publik juga diharapkan pencatatan akan lebih baik, proses dokumentasi akan lebih valid dan mempermudah pertanggungjawabkan keungan,” ujarnya.

Menurutnya di antara tugas nashir adalah memberikan laporan penerimaan dan pengelolaan harga benda wakaf serta laporan penyaluran manfaat wakaf kepada BWI. Guna memudahkan nazhir dalam menyampaikan laporan, BWI membuat aplikasi e-reporting berbasis web yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun oleh para nazhir.
 
Divisi Humas Sosilaisasi dan Publikasi BWI, Dede Hadi Sumarno menambahkan berharap melalui pelatihan sertifikasi dan  e-reporting, pengelolaan wakaf semakin profesional dan hasilnya meningkat serta baik.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT