Candi Prambanan tak terlepas dari cerita rakyat Roro Jongrang yang meminta 1.000 candi dalam semalam. (Foto Ilustrasi : Antara)
Nabiila Azzahra

YOGYAKARTA,iNews.id- Yogyakarta menjadi salah satu kota wisata yang terkenal hingga mancanegara. Semua sisi tentang Kota Yogya sangat menarik, termasuk cerita rakyat. Salah satunya adalah Cerita Rakyat Yogyakarta: Roro Jonggrang, Perintah 1.000 Candi dalam Semalam yang melegenda. 

Kisah ini tak lepas dari Candi Prambanan, candi yang terletak di perbatasan antara DIY dan Klaten, Jateng. Cerita rakyat Yogyakarta tersebut sedikit banyak mengisahkan sebuah obsesi Bandung Bondowoso untuk menikahi putri Prabu Boko, Roro Jonggrang yang terkenal akan kecantikan wajahnya. 

Akankah Roro Jonggrang menerima Bandung Bondowoso sebagai suaminya? Penasaran dengan kisahnya, mari simak Cerita Rakyat Yogyakarta: Roro Jonggrang, Perintah 1.000 Candi dalam Semalam yang telah diulas oleh tim iNews.id

Alkisah, pada zaman dahulu di daerah Prambanan terdapat kerajaan besar yang damai dan makmur, bernama Kerajaan Prambanan. Prabu Baka merupakan sosok pemimpin yang tegas dan merakyat, sehingga kerajaan-kerajaan kecil yang berada disekitarnya pun juga menghormati kepemimpinan beliau. 

Kerajaan Prambanan bukan satu-satunya kerajaan besar di bumi Prambanan, ada satu kerajaan lagi yang tak kalah besarnya dengan Kerajaan Prambanan, yakni Kerajaan Pengging. Kerajaan Pengging selalu berupaya untuk memperluas wilayahnya, bagaimanapun caranya akan dilakukan. Prabu Pengging merupakan sosok pemimpin yang arogan di kerajaannya. Sifatnya yang arogan itu kemudian diteruskan kepada sang putra, Bandung Bondowoso. 

Di suatu hari, Prabu Pengging meminta Bandung Bondowoso untuk menyerang kerajaan Prambanan, dengan tujuan yang masih sama, yakni memperluas wilayah kekuasaan. Ketika itu, Kerajaan Prambanan sedang dalam kondisi tak siap, sehingga banyak pasukan yang tewas di medang perang, termasuk juga sang raja, Prabu Baka. Kabar kemenangan Bandung Bondowoso disambut hangat oleh Prabu Pengging. 

Setelah berhasil memenangkan peperangan, kini Kerajaan Prambanan dan isinya menjadi kekuasaan Bandung Bondowoso. Dia semakin bebas menyusuri setiap sudut Kerajaan Prambanan. Ketika dirinya sedang berjalan-jalan di kawasan istana, ia bertemu dengan gadis cantik bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama oleh kecantikan Roro Jonggrang. Dirinya segera mempersunting putri dari Prabu Baka. 

Mengerti bahwa ayahnya telah dibunuh oleh Bandung Bondowoso, dia kemudian menolaknya. Bandung Bondowoso tetap keukeh ingin menjadikan Roro Jonggrang sebagai pramesurinya. Akhirnya, Roro Jonggrang menyerah, namun tetap memberikan syarat permintaan kepada Bandung Bondowoso.“Baik, aku akan bersedia menjadi pramesurimu jika kau dapat melewati 2 syarat yang aku ajukan,” tantang Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso kemudian menyetujui syarat yang diberikan oleh Roro Jonggrang. Adapun permintaan yang pertama adalah menggali sumur sebagai sumber mata air.  Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan itu meskipun dalam prosesnya selalu digagalkan oleh Roro Jonggrang. Hal itu dilakukannya karena Roro Jonggrang tidak ingin menikah dengan Bandung Bondowoso. 

Bandung yang senangnya bukan kepalang melihat ia berhasil menyelesaikan syarat pertama yang diberikan oleh sang pujaan hati. Roro Jonggrang tak mau kalah, dia terus memutar otak untuk memberikan syarat yang kedua. Akhirnya, ia sampaikan syarat kedua untuk membangun 1000 candi dalam waktu semalaman. “Jangan senang dulu wahai Bandung, masih ada satu syarat lagi yang harus kau penuhi. Buatkan aku seribu candi. Batas waktunya hingga sebelum terbit fajar dan sebelum suara ayam berkokok,” tantang Roro Jonggrang lagi.

Roro Jonggrang yakin dengan syarat yang diberikannya, kali ini Bandung Bondowoso tidak akan dapat melakukannya. Namun, apa yang dipikirkannya itu adalah salah. Bandung Bondowoso justru menyanggupinya. Bandung Bondowoso bahkan meminta bantuan kepada para makhluk halus golongan jin dan dedemit untuk membantunya membangun seribu candi dalam waktu semalaman.

Ketika memasuki tengah malam, Roro Jonggrang mulai risau. Pasalnya, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan 1000 candi dalam waktu yang begitu singkat. Roro Jonggrang tidak tinggal diam, dia kemudian pergi membangunkan gadis-gadis desa Prambanan untuk menumbuk padi dan memukul-mukul alu pada lesung. Roro Jonggrang juga memerintahkan gadis desa untuk membakar jerami memunculkan semburat api berwarna merah di langit. Mendengar suara lesung, ayam-ayam jantan pun berkokok, mengira bahwa hari sudah pagi.
 
Para makhluk halus pun juga pergi terbirit-birit meinggalkan Bandung Bondowoso menyangka bahwa matahari akan segera terbit. Melihat apa yang terjadi, Bandung Bondowoso marah besar. Dia mengetahui bahwa ini merupakan siasat dari sang pujaan hati. Roro Jonggrang kemudian datang kepada Bandung Bondowoso, dan menghitung jumlah candi yang berhasil didirikan. 

“Ini masih 999, masih kurang 1 candi lagi untuk menyelesaikan syarat yang kuperintahkan. Berarti kau tak berhak menyuruhku untuk menjadi pramisurimu,” ucap Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso masih tak percaya, dia kemudian menghitung kembali dan benar saja, jumlahnya masih kurang satu. “Wahai Roro Jonggrang, aku akan tetap membuatkan seribu candi seperti apa yang kau minta. Hanya saja, candi ke seribu itu adalah kau,” kata  Bandung Bondowoso. 

Dengan kesaktian yang dimilikinya, Bandung Bondowoso kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke seribu.

Candi-candi di kawasan Prambanan itu sampai saat ini masih berdiri kokoh. Nah, itu tadi cerita rakyat Yogyakarta Roro Jongrang. Jangan lupa, jika berwisata ke Yogyakarta sempatkan untuk mampir ke Candi Prambanan yang memiliki cerita rakyat Yogyakarta dibalik gagahnya bangunan candi Hindu terbasar di Indonesia ini.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT