Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Ditjen KSDAE, KLHK Ammy Nurwa mengatakan, pelepasan Rasi dari kandang habituari berjalan dengan baik. Dari mobitoring CCTV, Rasi langsung lari menuju ke kawasan hutan Taman Nasional Ciremai.
“Semoga kehadiran Rasi akan berkembang biak dan bertambah populasinya. Sehingga icon Balai TNGC, yaitu macan tutul dan gunungnya tetap ada,” katanya.
Dalam kesempatan ini Army juga memberikan penghargaan kepada Direktur Utama GL Zoo KMT A Tirtodiprojo atas dukungannya dalam penanganan dan pelepasliaran Rasi. Selain itu juga atas kepeloporan dan kepemimpinanya dalam mengelila GL Zoo. Penghargaan sama juga diberikan kepada Manajer Konservasi GL Zoo, Vanda Tirtayani, atas dukungannya dalam penanganan dan pelepasliaran macan tutul.
Meski dalam kondisi pandemi covid-19, GL Zoo ikut berpartisipasi dalam donasi untuk TNGC, perbaikan kandang habituasi dan kandang jebak macan tutul di Site Bintangot. Selain itu juga dalam kandang angkut dan pemasangan CCTV. GL Zoo juga mengirimkan dokter hewan, untuk pengecekan kesehatan Rasi dan pemasangan GPS collar serta tiga animal keeper juga diterjunkan.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait