Posko pengungsian pascaerupsi Gunung Semeru (Foto: BPBD Lumajang/Istimewa)
Kuntadi

SLEMAN, iNews.id – Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) telah membuat sejumlah warga Lumajang, Jawa Timur kehilangan harta benda, rumah hingga anggota keluarganya. Mereka terpaksa mengungsi dan mengalami trauma psikologis.

Dekan Psikologi UGM Rahmat Hidayat mengatakan, rasa kehilangan akibat bencana akan menimbulkan trauma psikologis yang terjadi dalam waktu yang lama. Olah karena itu diperlukan pendampingan psikologi bagi warga terdampak. Selain itu juga kepastian ketersediaan bantuan kebutuhan pokok dan lokasi pengungsian yang memadai bagi mereka untuk bisa berkumpul, saling berbagi dan saling mendukung.

“Selain sandang dan pangan, kebutuhan sekarang ini lebih difokuskan pada mereka yang keluarganya masih terpencar untuk memastikan informasi keselamatannya dan posisi keberadaan anggota keluarga,”katanya, Kamis (9/12/2021).

Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal atau yang rumahnya masih tertimbun, butuh tempat pengungsian yang memadai untuk berkumpul dan beristirahat. Mereka butuh tempt berkumpul bersama keluarga agar bisa berbagi kesedihan dan saling mendukung. 

“Mereka harus diberi ruang dan waktu untuk mengkonsolidasi diri,” katanya.

Menurut Rahmat,  warga yang kehilangan harta benda dan keluarganya saat ini menghadapi situasi yang berat. Mereka  harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang berbeda dengan situasi normal sebelumnya. Trauma psikologi yang dialami warga akan berdampak dalam jangka panjang karena bencana erupsi merupakan tipe bencana dengan kejadian tiba-tiba yang menimbulkan dampak yang juga mendadak. 

“Rasa kehilangan ini akan menimbulkan tingkat stres tersendiri dan beban psikologis,” katanya. 

Bagi orang dewasa, kemampuan penyesuaian diri butuh  waktu yang lama merupakan kondisi reaksi yang wajar. Namun yang perlu dilakukan adalah memberikan tempat yang memadai bagi mereka agar berkonsolidasi satu sama lain. 

“Mereka butuh dukungan banyak hal, khususnya soal kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda, kebutuhan pangan, papan dan kebutuhan kecil lainnya,” katanya. 

Bagi anak-anak perlu diberikan tempat agar mereka beraktivitas dan bermain. Anak-anak belum sepenuhnya memahami terhadap kondisi yang dihadapi namun harus menjalani kehidupan yang berubah dalam waktu cepat. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT