Fenomena Hujan ikan terjadi di Yoro, sebuah kota kecil di Honduras. (Foto: Honduras in Linea)
Anton Suhartono

TEGUCIGALPA, iNews.id - Hujan ikan terjadi di Yoro, sebuah kota kecil di Honduras.  Fenomena aneh yang disebut Lluvia de Peces ini berlangsung rutin setiap tahun dan diyakini satu-satunya di dunia.

Fenomena alam Lluvia de Peces biasa terjadi antara Mei dan Juni, biasanya setelah badai sangat kuat. 

Meski hujan ikan terjadi setiap tahun, tak ada warga yang benar-benar melihat ikan jatuh dari langit. Mereka hanya mengetahui setelah ikan memenuhi jalan dan pekarangan setelah badai dahsyat terjadi. 

Para ilmuwan bingung dengan kejadian ini. Mereka masih berusaha mengungkap misteri ini guna memberikan penjelasan yang ilmiah.

Selain itu peristiwa Lluvia de Peces juga dikaitkan dengan mistis oleh penduduk setempat. Banyak dari warga Yoro mengaitkan peristiwa ini dengan legenda misionaris Spanyol, Pastor Jose Manuel Subirana, yang mengunjungi daerah itu sekitar 1850-an.

Manuel Subirana datang dan menyaksikan penduduk setempat dalam kondisi miskin. Dia pun berdoa selama 3 hari dan 3 malam, meminta kepada Tuhan untuk menurunkan makanan. Beberapa hari kemudian langit menjadi gelap dan ikan berjatuhan yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Lluvia de Peces pertama. Hujan ikan terjadi setiap tahun sejak itu.

“Ini keajaiban, kami menganggapnya sebagai berkah,” kata seorang penduduk setempat, kepada The New York Times.

Hal senada disampaikan pendeta Evengelis Honduras. 

“Ini merupakan rahasia yang hanya diketahui Tuhan. Ini adalah berkah yang besar karena datang dari langit,” kata sang pendeta.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi selama Lluvia de Peces? Pada 1970, sebuah tim ilmuwan yang kebetulan berada di Yoro ketika hujan ikan terjadi melihat tanah tertutupi ikan. Satu hal menarik yang mereka perhatikan adalah ikan-ikan itu semuanya buta dan bukan dari spesies yang biasa ditemukan di perairan daerah itu.

Temuan ini membawa mereka pada hipoetsis bahwa ikan-ikan itu hidup di sungai dalam atau gua bawah tanah yang kurang cahaya sehingga menyebabkan mereka buta. Banjir selama badai besar memaksa ikan itu keluar. Ini merupakan teori paling mungkin, meski masih harus didalami lagi.

Teori lain yakni waterspout, di mana awan corong terbentuk di atas badan air, menyedot dan membawa ikan ke daratan, juga telah dilontarkan, namun tidak mungkin, mengingat Yoro terletak sekitar 72 km dari Samudra Atlantik. Waterspouts dapat mengangkut ikan ke darat, namun pada jarak yang tidak begitu jauh.

Terlepas dari teori yang dilontarkan para ilmuwan, sampai saat ini, Lluvia de Peces tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Penduduk Yoro lebih percaya pada legenda seabad silam.  

Namun hal yang jelas, misteri itu menadatangkan rezeki bagi penduduk karena daerah mereka menarik perhatian turis dari seluruh dunia.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT