Kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta masih terus bertambah. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Antara

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan kembali menerapkan beberapa aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Langkah ini terpaksa ditempuh untuk menekan penularan kasus Covid-19 yang masih tinggi. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan. Yakni dengan pembatasan jenis kegiatan dan pembatasan kapasitas peserta.  

“Pembatasan ini diharapkan bisa mengurangi potensi interaksi warga dalam berbagai kegiatan masyarakat sehingga mengurangi paparan Covid-19 dari warga yang tak bergejala,” kata Heroe, Minggu (6/3/2022). 

Heroe mengatakan, 91 persen penularan terjadi di masyarakat. Hal inilah yang menjadi dasar untuk penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Apalagi sebaran kasusnya juga semakin meluas dan merata. 

“Sekarang sulit mencari paparan awalnya, yang bisa dilakukan dengan pembatasan interaksi,” katanya.  

Pembatasan kegiatan ini juga akan dilakukan di lingkungan perkantoran. Mereka akan memperbanyak lagi pola work form home (WFH) untuk mencegah paparan. Perkantoran juga rawan menjadi lokasi penularan yang bersumber dari keluarga.  

“Sejak 1-7 Maret sudah diberlakukan pembelajaran secara daring untuk seluruh jenjang sekolah di kota tersebut sebagai upaya untuk menurunkan kasus,’ katanya.

Heroe mengatakan upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.    


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT