GUNUNGKIDUL, iNews.id - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Gunungkidul membuat sejumlah sumber mata air milik warga mengering. Agar bisa bertahan hidup, warga harus mencari sumber air yang tersisa di alam sembari menunggu bantuan.
Salah satu wilayah yang menjadi langganan kekeringan ini berada di Dusun Salak, Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk. Sebenarnya warga memiliki sumber air bersih yang dikelola swadaya menggunakan sumur bor. Namun gempa bumi beberapa tahun lalu membuat jaringan air rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi.
“Terpaksa cari belik (sumber air di alam),” kata Amir Murtono salah seorang warga.
Lokasi sumber mata air ini biasanya tersembunyi dan berada di bawah bukit. Rembesan air akan mengumpul menjadi sebuah genangan. Untuk mengambilnya warga harus naik turun bukit. Air ini kemudian diambil untuk dibawa pulang.
Dalam sehari, Amir bisa tiga hingga lima kali ke lokasi ini. Dia harus berbagi dengan warga lain yang juga butuh air. Air ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan harian, mulai dari mencuci, mandi hingga memasak. Biasanya air akan diendapkan dulu agar kotorannya mengumpul.
“Kalau dulu ya jalan. Sekarang pakai motor diparkir di atas baru turun mengambil air,” katanya.
Menurutnya, mencari air seperti ini merupakan solusi paling murah. Masyarakat tidak tahu sampai kapan kemarau ini akan berakhir. Untuk membeli satu tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter, warga harus membayar antara Rp150.000 hingga Rp180.000.
“Berat kalau harus beli terus, satu tangki paling untuk seminggu. Warga berharap ada bantuan air bersih atau perbaikan sumur,” ujarnya.
Kondisi kekeringan ini telah direspons Satbrimobda Polda DIY. Mereka mendistribusikan air bersih menggunakan mobil taktis. Air yang didistribusikan telah diolah menggunakan water treatment sehingga bisa langsung dikonsumsi. Setidaknya ada tujuh kendaraan yang diterjunkan untuk membantu mengatasi air bersih di sejumlah lokasi.
“Sesuai arahan Kapolda DIY kami harus hadir membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih,” kata Komandan Satbrimob Polda DIY, Kombes Pol Imam Suhadi.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait