Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pembobolan konter di Sentolo. (foto: iNews.id/Budi Utomo)
Budi Utomo

KULONPROGO, iNews.id - Jajaran Satrekrim Polres Kulonprogo dan Polsek Sentolo berhasil mengungkap kasus pencurian 13 unit handphone di konter handphone yang ada di Sentolo, Kulonprogo. Satu pelaku ditangkap dan satu pelaku lainnya masih menjadi buronan (DPO).

Aksi pencurian yang terjadi pada 14 September lalu ini sempat viral karena terekam kamera CCTV. Polisi menangkap B (36) warga Madiun, Jawa Timur. Sedangkan satu tersangka lain dengan inisial S (23) warga Ngawi, Jawa Timur ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Kami amankan satu tersangka dan satu tersangka lain masih jadi DPO,” kata Kanit Reskrim Polsek Sentolo, AKP Suparna, di Mapolres Kulonprogo, Rabu (21/9/2022). 

Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan. Pascakejadian polisi menemukan postingan penjualan handphone di media sosial. Pelaku kemudian menyamar menjadi pembeli dan menghubungi pelaku kalau berminat untuk membeli.  

Komunikasi berlanjut hingga muncul kesepakatan untuk bertemu di wilayah Milir, Pengasih. Dalam pertemuan itulah pelaku ditangkap dengan barang bukti sebuah handphone. 

"Pelaku kami ajak COD dan pelaku berhasil ditangkap,” katanya.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah membobol konter di Sentolo. Handphone yang dijual tersebut merupakan salah satu barang yang dicuri. Petugas kemudian menggeledah rumah konrakan pelaku di Sentolo dan mengamankan 10 unit handphone. 

“Dua handphone yang lain sudah berhasil mereka jual,” katanya. 
 
Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, sebelum beraksi kedua pelaku sudah melakukan survei. Mereka kemudian beraksi pada malam harinya menunggu konter tutup. Satu pelaku memanjat tower air di belakang konter dan masuk dengan membuka genting dan menjebol plafon. Satu tersangka lain mengawasi di luar konter. 

“Mereka itu berbagi peran, satu masuk dan satu mengawasi di luar. Mereka berhasil mendapatkan 13 handphone senilai Rp26 juta," katanya. 

Sementara itu, tersangka B mengakui telah mencuri. Dia hanya diajak oleh S yang merupakan temannya bekerja sebagai kuli bangunan di Sentolo. Saat itu dia dijanjikan akan diberikan upah. 

“Saya hanya diajak dengan dijanjikan diberikan upah,” ujarnya. 
 
Pelaku diancam dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4e dan Pasal 363 ayat 1 ke 5e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT