Petugas memusnahkan sabu-sabu yang disita dadri dua pengedar jaringan internasional. (foto: istimewa)
erfan erlin

SLEMAN, iNews.id - Polres Sleman memusnahkan sabu-sabu seberat 9,944 kilogram dari dua tersangka yang diringkus pada bulan Juli lalu. Sabu ini dimusnahkan dengan mobile incinerator milik Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah

Sabu yang dimusnahkan ini disita dari dua tersangka DJP (26) warga Lampung Selatan dan EK (24) warga Kalimantan Tengah. Keduanya merupakan jaringan internasional yang ditangkap Polda DIY bekerja sama dengan Polda Lampung. 

“Tehnik incinerator ini kami gunakan untuk meminimalisir efek yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar saat dilakukan pemusnahan,” katanya, Kamis (22/9/2022).

Staff BNNP Jawa Tengah Ariya mengatakan, alat ini bisa memusnahkan barang bukti tanpa asapnya menyebar terlalu luas, seperti pemusnahan yang sebelumnya biasa dilakukan. Asap dari pemusnahan tersebut juga memiliki efek samping jika terhirup seseorang.

"Asap yang muncul pada cerobong adalah sisa pembakaran, sedangkan barang bukti yang ada di dalam mesin akan musnah," ujarnya.

incinerator ini bekerja seperti mesin dalam krematorium jenazah. Berkapasitas sekitar 10 kilogram sekali pembakaran dengan waktu sekitar 1-2 jam. Masa pembakaran akan dipengaruhi pula dengan barang bukti yang dibakar. 

“Sabu berkualitas buruk akan lebih lama pembakarannya ketimbang sabu berkualitas baik. Karena, sabu berkualitas buruk akan meninggalkan kerak pada mesin,” katanya.

Wakapolres Sleman Kompol Andhyka Donny Hendrawan mengatakan, sabu yang dimusnahkan kali ini kualitasnya paling bagus. Sebelum dimusnahkan, telah melakukan uji screening drugs oleh aparat, terhadap sejumlah sampel sabu. 

Seluruh test kit menunjukkan cairan sabu berubah menjadi warna ungu, sehingga dinyatakan positif sabu. Hasil pengujian ini juga menunjukkan sabu yang memiliki kualitas terbaik di antara sabu yang lain.

"Barang bukti ini jumlahnya yang terbesar sejak ungkap 2003-2022 di wilayah hukum Polres Sleman," ujarnya.

Meski sudah mendapatkan jumlah barang bukti sedemikian besar, penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba tidak akan pernah berhenti. Capaian ini jusru memotivasi petugas untuk semakin giat mencegah penyalahgunaan. 

“Kami akan semakin semangat mengungkap yang lebih besar, kami juga akan lakukan tindakan preventif,” katanya. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT