Nenek Sukarni yang bekerja menjual kecambah akhirnya bisa berhaji setelah 11 tahun menunggu. (Foto: iNews.id/Saeful Effendi)
Saeful

KLATEN, iNews.id - Seorang nenek di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sukarni (65) akhirnya bisa berangkat haji setelah menunggu selama sebelas tahun. Sukarni yang setiap hari berjualan kecambah ini menyisihkan hasil penjualan untuk ditabung. 

Warga Dukuh Tegalmulyo Desa Gatak Kecamatan Delanggu ini setiap haru berjualan kecambah keliling. Dia mengaku sangat bersyukur tahun ini namanya masuk dalam daftar calon jemaah haji asal Klaten. Dua kali niat beribadah ke tanah suci tertunda karena pandemi Covid-19.  

"Untuk berhaji saya sisihkan uang penjualan untuk ditabung,” kata Sukarni, Senin (6/6/2022). 

Jika tidak ada perubahan, Sukarni akan berangkat ke tanah suci melalui Kloter Arofah Kecamatan, Delanggu Klaten. Sebelumnya dia sudah mendaftar sejak 2011 silam dan harus menunggu selama sebelas tahun. 

Sukarni mengatakan, kunci agar bisa berhaji adalah rajin menabung. Setiap hari dia menyisihkan penjualan kecamabah antara Rp50.000 hingga Rp60.000. Setelah tabungannya terkumpul dia gunakan untuk mendaftar haji.

Setiap harinya Sukarno membuat sendiri kecambah di rumahnya. Kecambah yang jadi selanjutnya dijual kepad pelanggan dan warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan dia juga mengayuh sepedanya dengan membawa keronjot untuk menjual secara berkeliling. 

“Mudah-mudahan besok bisa melaksanakan rukun haji dan pulang menjadi haji mabrur,” kata Sukarni. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT