Ternyata banyak senjata Howitzer buatan Barat yang dikirim untuk Ukraina tak bisa digunakan. (Foto Ilustrasi : Reuters)
Muhaimin

KIEV, iNews.id - Ternyata banyak senjata artileri untuk serangan darat atau Howitzer buatan Barat yang dikirim untuk Ukraina tak bisa digunakan. Jumlah senjata yang tidak bisa digunakan ini mencapai sepertiga dari total 350 Howitzer yang dikirim Barat untuk Kiev.

Hal ini diungkap oleh surat kabar New York Times dalam laporannya hari Jumat (25/11/2022). Untuk mengatasi masalah ini, Amerika Serikat dilaporkan telah mendirikan fasilitas perbaikan di seberang perbatasan di Polandia.

Sejumlah pejabat AS dan orang lain yang paham dengan kebutuhan pertahanan Ukraina telah diwawancarai New York Times. Mereka menyebut jika sepertiga dari 350 Howitzer yang telah dikirim Barat ke Ukraina tidak berfungsi atau tidak bisa digunakan pada waktu tertentu.

Senjata-senjata canggih itu akan terbakar karena terlalu lama digunakan atau menjadi rusak dalam pertempuran dan tidak dapat diperbaiki di medan pertempuran. 

Sejuah ini Komando Eropa Pentagon telah memprioritaskan perbaikan persenjataan ini. Mereka disebut telah mengerahkan fasilitas perbaikan di Polandia. Upaya perbaikan ini telah mulai dilaksanakan dimulai dalam beberapa bulan terakhir. 

New York Times melaporkan, pemeliharaan di Polandia biasanya melibatkan penggantian barel Howitzer di antara perbaikan lainnya. 

Terpisah, para pejabat Ukraina meminta agar bengkel-bengkel itu dapat didirikan lebih dekat ke garis depan. Dengan bengkel yang dekat dengan garis pertahanan maka senjata-senjata itu dapat kembali berperang lebih cepat. 

Sementara itu pada Jumat lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan jika aliansi itu belum melakukan pekerjaan apa pun di dalam Ukraina. Hal ini menunjukkan jika NATO bukan pihak dalam permusuhan.

Di sisi lain Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut bantuan militer Barat ke Ukraina menjadikan NATO peserta dalam konflik tersebut. 

Sejak invansi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, negara-negara Barat telah mendukung Kiev dengan memberikan senjata dan bantuan lainnya. 

AS bahkan menjadi pendukung utama Ukraina dan telah mengirimkan banyak senjata, termasuk artileri, hingga lebih dari USD19 miliar sejak dimulainya perang.

Rusia menegaskan jika pengiriman senjata Barat hanya akan memperpanjang dan memperparah konflik.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT