Penjaga konter handphone di Bantul ditangkap polisi curi 3 handphone miliki majikannya. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Yohanes Demo

BANTUL, iNews.id - Seorang penjaga konter handphone di Padukuhan Melikan, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, TAG alias BG (41) ditangkap polisi karena mencuri tiga buah handphone milik majikannya. Pelaku terdesak kebutuhan sehingga terpaksa mencuri. 

Peristiwa pencurian ini terjadi pada 31 Oktober 2022 lalu. Sebelum kabur, pelaku meninggalkan pesan pada secarik kertas yang bertuliskan permohonan maaf untuk pemilik konter. 

"Aku jaluk maaf, aku neng kene wis ga iso golek uang gantinya. Aku arep neng luar kota, secepatnya aku sudah dapat uang aku kembalikan semua. Kunci di bawah lampu lava kidul (Aku minta maaf, aku di sini sudah tidak bisa cari uang gantinya. Aku mau ke luar kota, secepatnya aku sudah dapat uang aku kembalikan semua. Kunci di bawah lampu lava selatan," tulis TAS alias BG dalam suratnya. 

BG mengaku surat itu ditulis sendiri agar pemilik konter mengetahui siapa orang yang membawa kabur HP. Ayah dua anak ini mengaku nekat mencuri karena selama ini gaji yang ia terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 

“Saya sempat meminjam sejumlah uang namun tidak diberikan,” ujarnya.

Rencananya, tiga unit handphone curian ini akan dia jual. Namun dia baru sempat menjual dua unit sudah terlanjut ketangkap polisi. Uang hasil penjualan ia gunakan untuk ongkos perjalanan ke kota Solo.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, tersangka diamankan di dalam bus jurusan Solo di wilayah Janti, tepatnya di jembatan layang pada 7 November lalu. Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Bantul.  

“Tersangka ini mengambil tiga buah handphone kemudian keluar dan mengunci konter,”kata Jeffry. 
 
Aksi ini diketahui oleh saksi yang juga pegawai konter. Saat tiba  mendapati konter masih dalam keadaan terkunci. Ia kemudian melihat secarik kertas dan menghubungi pemilik konter.  

"Atas kejadian itu, korban kemudian melapor ke Polsek Bantul," katanya.

Polisi yang mendapat laporan langsung menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Dari situlah polisi bisa memastikan pelaku pencurian adalah BG. 

Pada 7 November 2022 kepolisian berhasil melacak keberadaan BG yang sedang berada di terminal Giwangan. Kemudian, dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku saat sedang berada di dalam bus jurusan Solo. Tersangka mengakui bahwa baru kali ini melakukan pencurian karena kebutuhan hidup.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT