Rudal Ukraina menyasar wilayah Polandia dan menyebabkan dua orang tewas. (Foto: Reuters)
Berlianto

WARSAWA, iNews.id - Rudal Ukraina nyasar di Polandia menybabkan dua orang tewas. Sebelumnya Ukraina dan negara-negara Barat menuding jika rudal itu milik Rusia. Belakangan diketahui jika rudal itu justru adalah milik Ukraina.

kepala Biro Kebijakan Internasional Presiden Polandia, Jakub Kumoch mengungkapkan, rudal Ukraina yang mendarat di perbatasan Polandia kemungkinan tidak berfungsi sebelum jatuh. Itu adalah serangan tidak sengaja.

"Banyak indikasi bahwa salah satu misil (Ukraina) yang digunakan untuk menembak jatuh misil Rusia meleset dari sasaran," ucap Kumoch kepada saluran TVN24 Polandia. 

“Sistem penghancurannya sendiri tidak berfungsi dan misil ini sayangnya menyebabkan tragedi,” ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (18/11/2022). 

Dilansir dari Kyiv Independent, Kumoch mengatakan tim penyelidik telah memeriksa sisa-sisa rudal dan kedalaman lubang yang diakibatkan rudal tersebut. Mereka juga mengukur dari mana asalnya dan jumlah bahan bakar yang digunakannya.

Kumoch menegaskan jika pihaknya tidak menuduh Ukraina sengaja menyerang wilayah Polandia sejak Rusia membom Ukraina.

Serangan rudal di Polandia ini memicu kekhawatiran bahwa perang Rusia-Ukraina dapat meningkat, karena ini akan menjadi pertama kalinya konflik berdampak langsung pada negara anggota NATO. 

Sikap negara Barat dan NATO berbeda 180 derajat usai tahu bahwa rudal itu berasal Ukraina. Awalnya mereka ngotot menuding Rusia sengaja menyerang Polandia. Namun begitu tahu jika rudal itu berasal dari Ukraian, mereka langsung melunak dan menyebut jika itu adalah serangan tidak sengaja lantaran mempertahankan diri dari serangan Rusia. 

Bahkan saat menyatakan bahwa Rusia mungkin tidak meluncurkan rudal itu, pejabat NATO dan Barat mengatakan bahwa Rusia pada akhirnya masih harus disalahkan atas apa yang terjadi sejak menyerang Ukraina dan memicu pertahanan udara negara itu sejak awal.

Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Rabu mengatakan bahwa rudal itu kemungkinan adalah roket S-300 "lama" buatan Soviet. Laporan menunjukkan bahwa Ukraina dan Rusia telah menggunakan rudal S-300 selama perang. 


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT