250 Pedagang Pasar dari 10 Pasar di Yogyakarta Ikuti Rapid Test

Kuntadi ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 16:45 WIB
250 Pedagang Pasar dari 10 Pasar di Yogyakarta Ikuti Rapid Test
ilustrasi rapid test

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan rapid test kepada pedagang pasar tradisional yang ada di Yogyakarta. Selama dua hari ini mereka mengambil sampel dari 250 pedagang.

“Kemarin ada 147 sampel dan hari ini ada 103 sampel yang diambil dari pedagang,” kata Wakil Wali Kota, Heroe Poerwadi, saat meninjau pelaksanaan rapid test di Pasar Beringharjo, Kamis (4/6/2020).

Kegiatan rapid test ini, disambut antusias oleh para pedagang pasar. Lantaran sampel yang terbatas, mereka menginginkan adanya penambahan sampel yang diambul. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Beringharjo Timur ada 89 orang, Pasar Giwangan 36 orang, Pasar Kranggan 25 orang. Sedangkan di Pasar Demangan 24 orang, Pasar Kotagede 21 orang, Pasthy 18 orang, Pasar Serangan 13 orang, Pasar Sentul 13 orang Pasar Pathuk 9 orang dan Pasar Karangwaru 4 orang.

“Di Beringharjo petugas datang ke sini, sedangkan di pasar lain pedagang diundang untuk diambil sampel di puskesmas,” ujarnya.

Heroe berharap semua sampel yang diuji, tidak ada yang reaktif ataupun positif. Namun jika ada yang reaktif akan ditindaklanjuti dengan tes swab kepada yang bersangkutan. Hasil pengujian sendiri belum keluar dan masih dilakukan oleh tim dari UGM.

Rapid test di pasar tradisional dilakukan untuk memetakan sebaran Covid-19 yang belum terdeteksi puskesmas dan rumah sakit. Kegiatan ini juga untuk memastikan ada tidaknya kasus baru. Apalagi dalam sepekan belakangan ini kasus di DIY cenderung landai.

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah melakukan pembatasan jam operasional pasar dan penerapan physical distancing untuk pencegahan,”katanya.

Salah seorang Pedagang Pasar Beringharjo, Warsiti berharap Covid-19 segera berakhir. Saat ini kunjungan di Pasar Beringharjo sudah semakin ramai meski jam operasional dibatasi Namun pedagang tetap waswas dengan masih adanya kasus di DIY.

“Semoga segera berakhir, agar kita bisa jualan lagi,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi