26 Tersangka Curas Ditangkap di DIY, Pelaku Manfaatkan Masker untuk Jambret Ibu-Ibu

Kuntadi ยท Kamis, 27 Agustus 2020 - 19:35 WIB
26 Tersangka Curas Ditangkap di DIY, Pelaku Manfaatkan Masker untuk Jambret Ibu-Ibu
Sebanyak 26 pelaku pencurian kekerasan diamankan polisi dalam Operasi Curas Progo 2020. (Foto: doc/Humas Polda DIY)

SLEMAN, iNews.id – Operasi Curas Progo 2020 yang dilaksanakan Polda DIY mulai 12 sampai 25 Agustus berhasil mengungkap 19 kasus dan mengamankan 26 orang tersangka. Penggunaan masker dimanfaatkan para pelaku untuk beraksi.

“Dari 19 TO (target operasi) semuanya tercapai, bahkan ada beberapa non target (NTO) yang berhasil diungkap,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yulianto, di Mapolda Yogyakarta, Jumat (27/8/2020).

19 kasus yang diungkap ini tersebar di seluruh polres dan Ditreskrimum Polda DIY. Rinciannya, yang ditangani Polda ada tiga kasus TO, Polresta Yogyakarta tiga TO, Polres Sleman tiga TO dan dua NTO. Sedangkan Polres Bantul mengungkap dua kasus TO dan satu NTO, Polres Kulonprogo satu kasus TO dan di Polres Gunungkidul satu TO dan tiga NTO.

“Secara umum, capaian ini meleihi target yang ditentukan,” katanya.

Aksi pencurian dengan kekerasan dilakukan pelaku pada dini hari hingga pagi hari, antara pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Sasarannya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga dan pelaku beraksi menggunakan sepeda motor.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Polisi Burkan Rudy Satria mengatakan, modus curas yang ada memanfaatkan penggunaan masker dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan ada pelaku yang ditangkap membawa 15 masker, setelah beraksi di Kota Yogyakarta dan Bantul.

“Masker jadi semacam kamuflase, ada jambret yang beraksi 15 kali di Kota Yogyakarta dan Bantul. Di Tasnya kita temukan sekitar 15 masker,” katanya.

Para pelaku kejahatan juga menyasar kalangan ibu-ibu yang kerap beraktivitas di pagi hari. Pelaku akan menjambret perhiasan atau tas yang dibawa dan langsung kabur dengan sepeda motornya.

Para pelaku yang diamankan, akan dijerat dengan pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukumannya 9 tahun penjara.


Editor : Kuntadi Kuntadi