Polda DIY Bongkar Kasus Prostitusi Online dalam Operasi Pekat Progo

Heru Trijoko · Selasa, 14 Juli 2020 - 08:31 WIB
Polda DIY Bongkar Kasus Prostitusi Online dalam Operasi Pekat Progo
Ilustrasi prostitusi. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengungkap sebanyak 86 kasus dan menangkap 122 tersangka dalam operasi pekat progo 2020 yang berlangsung selama sepuluh hari terakhir ini. Selain kasus kejahatan jalanan, polisi juga membongkar kasus prostitusi online.

Ratusan tersangka itu ditangkap aparat kepolisian dalam Operasi Pekat Progo 2020 yang berlangsung selama sepuluh hari terakhir ini atau sejak awal bulan Juli. Dari 86 kasus, sebanyak 27 di antaranya merupakan target operasi (TO) dan 59 lainnya adalah nontarget operasi.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polda DIY membongkar kasus prostitusi online serta penjualan minuman keras ilegal. Mirisnya, kasus itu melibatkan pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Khusus kasus prostitusi online, polisi menangkap seorang muncikari yang menjajakan pekerja seks melalui media sosial (medsos). Rata-rata perempuan yang ditawarkan ke lelaki hidung belang masih berusia antara 17 hingga 22 tahun. Dari kasus prostitusi ini, polisi menyita barang bukti berupa kondom bekas pakai, uang tunai, handphone dan bukti transaksi lainnya.

"Kasus prostitusi ini sebagian besar online modus melalui media sosial. Barang bukti yang diamankan uang tunai, HP, alat kontrasepsi dan ada yang gunakan kwitansi pembayaran," ucap Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satri, Senin (12/7/2020).

Burkan juga menuturkan, kasus kriminal saat ini tidak pandang usai. Banyak di antara mereka yang diamankan merupakan remaja.

"Sekarang kejahatan jalanan dan penyakit masyarakat merambah segala usia enggak peduli usia. Mereka lakukan tindak pidana. Cukup miris ada peajar sekolah yang terlibat," ucapnya.

Sementara itu, muncikari berinisial N mengaku, para gadis itu yang ingin ikut dirinya. Dia hanya dapat untung dari pembayaran hotelnya saja.

"Mereka (anak-anak) baru seminggu sama saya, sebelumnya mereka sama orang lain. Mereka yang minta ikut ke saya. Dapat untung buat bayar hotelnya saja," ujarnya.


Editor : Nani Suherni