8 Cawabup Kulonprogo Beberkan Visi Misi di Depan Akademisi dan Pengurus Parpol

Kuntadi ยท Kamis, 21 November 2019 - 22:45:00 WIB
8 Cawabup Kulonprogo Beberkan Visi Misi di Depan Akademisi dan Pengurus Parpol
Salah satu cawabup Kulonprogo memaparkan visi misi di Panti Marhaen. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Delapan calon wakil bupati (Cawabup) Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2020, memaparkan visi misi di hadapan pengurus partai politik (parpol) pengusung dan kalangan akademisi di Panti Marhaen, di kompleks DPC PDIP, Kamis (21/11/2019).

Penyampaian visi misi ini menjadi salah satu tahapan yang dilakukan Sekretariat Bersama (Sekber) penjaringan Cawabup Kulonprogo untuk mencari dua kandidat sebelum dikirim ke DPRD Kulonprogo.

“Melalui visi misi ini untuk melihat kemampuan mereka jika nanti terpilih menjadi wakil bupati,” kata Ketua Sekber, Sudarta.

Dia mengatakan, setiap kandidat diberikan waktu 10 menit untuk paparan dan 10 menit menjawab pertanyaan dari panelis. Mereka adalah Arie Sujito (UGM), Ahmad Maruf (UMY) dan Hendro Widjanarko (UPNVY). 

“Target kita awal bulan atau awal desember sudah bisa terisi,” katanya.

Calon yang pertama kali diberikan kesempatan memaparkan Agus Langgeng Basuki yang menjabat Kepala Bappeda Kulonprogo.

Dia siap mempercepat kesejahteraan masyarakat dengan menyederhanakan birokrasi, menangani kemiskinan melalui strategi baru, pemberdayaan masyarakat secara terpadu serta menangkap berbagai dampak investasi dan program strategis nasional.

Kandidat berikutnya, Sumanto, berjanji mengangkat ekonomi kerakyatan dan pembangunan berbasis digital. Ia berniat mengelola kekayaan SDA Kulonprogo dengan melibatkan SDM lokal.

Sedangkan Fajar Gegana, tidak ingin memaksakan visi misinya sendiri. Dia memilih fokus menjalankan program yang tertuang dalam RPJMD.

Bambang Ratmaka Yulianta, menjadi kandidat keempat yang diberikan kesempatan. Dia siap menjawab tantangan ke depan serta mendorong kinerja eksekutif agar lebih efektif dan efisien.

Dia juga berjanji akan mendorong masyarakat supaya mandiri sehingga bisa turut berkembang bersama daerahnya.Cawabup lain, Fidelis menyampaikan visi untuk menyempurnakan semangat bela beli Kulonprogo menjadi Smart Bela Beli Kulonprogo.

Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kulonprogo akan diangkat berbarengan dengan upaya mendorong potensi SDM-nya.

Mantan Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana siap menyumbang pemikiran tentang pengembangan kawasan bandara. Keberadaan Bandara YIA di Kulonprogo akan menjadi faktor utama pengembangan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara Anton Supriyanto akan berupaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, rukun, toleran, mandiri dan berdaya saing serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berbasis kerakyatan. Terakhir, Eko Susanto bertekad ingin meminimalisir kesenjangan antara Kulonprogo dengan kabupaten/ kota lain se-DIY dengan mengembangkan potensi yang ada.

Salah satu panelis, Arie Sujito mengatakan Kulonprogo butuh cawabup yang bisa melengkapi sosok upati Sutedjo. Jika Sutedjo orangnya halus dan kalem, maka sosok wabup terpilih harus punya gebrakan.

“Kalau Sutedjo itu ngerem kenceng, maka wakilnya harus gaspol,” kata Ari.

Saat ini, Kulonprogo sedang tumbuh, dengan berbagai program nasional yang dijalankan. Keberadaan bandara harus mampu menjadi daya ungkit pengembangan Kulonprogo. Pasangan Hasto-Tedjo di awal masa jabatannya telah mampu meletakkan dasar pemerintah yang harus dikawal dan dilanjutkan. 

Editor : Kastolani Marzuki