get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada Siklon 97S, Hujan Lebat serta Gelombang Tinggi Intai Maluku dan NTT

Antisipasi Gelombang Tinggi, Dagangan di Pinggir Pantai Dievakuasi

Jumat, 30 Juli 2021 - 17:38:00 WIB
 Antisipasi Gelombang Tinggi, Dagangan di Pinggir Pantai Dievakuasi
SAR Gunungkidul evakuasi barang dagangan dan peralatan warung di kawasan pantai. (Foto : Antara /HO-SAR Linmas Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, iNews,id  - Barang dagangan dan perlengkapan warung di pinggir pantai dievakuasi. Ini menyusul gelombang tinggi yang menerjang di sepanjang pantai selatan Gunungkidul

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto  mengatakan dampak gelombang tinggi pada Kamis (29/7/2021) ada tiga warung di kawasan Pantai Drini yang mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang tinggi.

Selain lantai gazebo, ada pula bangunan warung yang lantai dan dindingnya jebol terhantam gelombang hingga terbawa arus, dan sebagian besar bangunan terbuat dari material tripleks. Selain itu, pasir laut masuk warung.

"Sejauh ini, tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini. Pedagang dibantu anggota SAR langsung mengevakuasi barang dagangan untuk mengantisipasi gelombang tinggi," kata Surisdiyanto di Gunungkidul, Jumat (30/7/2021).

Dia mengatakan pantai lain di bawah pengawasan SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul sudah tidak ada kerusakan. Hal ini karena mereka sudah mengevakuasi barang dan dagangannya sebelumnya, khususnya kapal nelayan.

"Barang-barang dan perlengkapan warung sebagian sudah dievakuasi sebelumnya, sehingga tidak ada kerusakan parah," katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, tinggi gelombang kawasan pantai selatan mencapai 4-6 meter pada Jumat dini hari menyebabkan beberapa bangunan rusak di Pantai Jungwok, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo. Sejauh ini dilaporkan ada tiga bangunan warung yang rusak di Pantai Jungwok.

Hingga siang ini kondisi gelombang laut yang mendekati daratan terpantau landai. Meski demikian, gelombang di bagian tengah disebut masih tinggi.

"Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena penutupan kawasan wisata tidak ada aktivitas di kawasan pantai. Selain itu, informasi mengenai gelombang tinggi sudah disampaikan ke nelayan, dan masyarakat. Nelayan juga sudah mengevakuasi kapal," katanya.

Editor: Ainun Najib

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut