Bantu Tangkap Napi Kabur, 2 Warga Dapat Penghargaan dari Rutan Wates

Kuntadi ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 11:02 WIB
Bantu Tangkap Napi Kabur, 2 Warga Dapat Penghargaan dari Rutan Wates
Pemberian penghargaan kepada warga yang membatu penangkapan tiga dari lima narapidana Rutan IIB yang kabur Minggu (27/10/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)..

KULONPROGO, iNews.idRutan Kelas IIB Wates memberikan penghargaan kepada dua orang warga sipil yang membantu penangkapan narapidana yang kabur. Warga tidak menyangka akan diberi penghargaan karena niat awal hanya membantu petugas.

“Penghargaan ini diberikan sebagai ungkapan rasa syukur keluarga besar rutan karena pengungkapan kasus napi kabur dan koordinasi dengan institusi dan masyarakat,” kata Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Wates, Priyatno, Rabu (30/10/2019).

Menurut Priyatno, tanpa bantuan warga, pengungkapan kasus kaburnya narapidana ini akan lebih lama. Penghargaan ini juga menjadi bukti otentik dari Kementerian Hukum dan HAM kepada warga.

AM dan War yang merupakan warga Kulonprogo memberi tahu keberadaan narapidana yang kabur yakni Taufikurahman, Abdul Azizi dan Sutristiyanto. Kedua warga ini diberi penghargaan berbentuk piagam dan sejumlah uang.

BACA JUGA: Kabur dari Rutan Wates Kulonprogo, 2 Napi Ini Ngaku Kecelakaan

AM mengaku bersama empat warga lain awalnya mengobrol dengan narapidana atas nama Taufikurahman dan Abdul Azizi. Keduanya bahkan minta diantar ke daerah Kenteng, Kulonprogo.

Warga yang menolak permintaan kedua narapidana, justru melaporkannya ke petugas rutan. Akhirnya kedua narapidana ini ditangkap di Dusun Blumbang, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo.

“Kami tidak mau mengantarnya malah kami laporkan ke rutan,” kata Mar.

Sementara Mar memberi tahu petugas rutan mengenai keberadaan napi atas nama Sutristiyanto. Saat itu, Mar yang tengah mencari sabitnya yang ketinggalan saat merumput di kebun jagung, bertemu dengan narapidana tersebut.

BACA JUGA: Napi Rutan Wates Kulonprogo Kabur, Polisi: 3 Orang Tertangkap, 2 Masih Buron

Tak hanya sempat meminta dipijit karena kakinya bengkak, Sutristiyanto juga meminta Mar untuk tidak melaporkan keberadaannya kepada petugas. Merasa ada yang tidak beres, ditambah beredar informasi tentang kaburnya beberapa narapidana, Mar akhirnya meminta tetangganya untuk mengantarkannya ke rutan.

“Saya kemudian bertemu pak Toyo yang seorang TNI, minta diantar ke rutan,” katanya.

Mar akhirnya melaporkan keberadaan Sutristiyanto kepada petugas rutan. Petugas yang menindaklanjuti laporan Mar dan dibantu warga akhirnya dapat meringkus Sutristiyanto di Dusun Beji, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo.

Pasca kaburnya lima tahanan dan kembali tertangkap, kondisi rutan tetap kondusif.


Editor : Umaya Khusniah