Banyak Pasien Covid-19 Meninggal, Sultan HB X: Kalau Punya Penyakit Bawaan Langsung ke Isoter

Antara ยท Rabu, 23 Maret 2022 - 09:18:00 WIB
  Banyak Pasien Covid-19 Meninggal, Sultan HB X: Kalau Punya Penyakit Bawaan Langsung ke Isoter
Sri Sultan HB X meminta warga DIY yang positif Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan langsung ke Isoter. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga yang positif Covid-19 dan memiliki komorbid atau penyakit bawaan jangan melakukan isolasi mandiri. Mereka harus segera menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat (isoter) yang sudah disediakan. 

"Kalau punya penyakit bawaan itu mestinya jangan isoman (isolasi mandiri), langsung di isoter, sehingga tidak terlambat," kata Sultan di Yogyakarta, Selasa (22/3/2022).

Raja Keraton Yogyakarta itu menilai masih banyaknya kasus kematian pasien Covid-19 di DIY, disebabkan sebagian pasien yang terinfeksi memiliki komorbid. 

Sedangkan pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta, rata-rata bisa sembuh setelah tiga hingga lima hari menjalani isolasi.

"Kalau tingkat kematian itu karena dia punya penyakit lain. Ya memang ini pandemi dalam arti corona, tapi kematiannya itu mungkin karena flek di jantung, (penyakit) gula, atau sakit jantung dan sebagainya," ujar Sultan.

Oleh sebab itu, ia meminta agar warganya yang terinfeksi Covid-19 disertai penyakit penyerta tidak memilih isoman di rumah agar tidak terlambat memperoleh penanganan medis.

"Kita kena pandemi (Covid-19) itu kan bukan mengobati untuk corona, tapi yang diobati itu penyakit yang lain yang bawaan dan kita tidak bisa memprediksi itu," ucap Sultan.

Data Pemda DIY per 21 Maret 2022 mencatat penambahan kasus meninggal sebanyak delapan kasus atau 2,63 persen, sehingga angka kumulatif kematian di DIY menjadi 5.716 kasus.

Delapan kasus meninggal itu berasal dari Kabupaten Bantul tiga kasus, Kulonprogo dua kasus, Gunung Kidul dua kasus, dan Sleman satu kasus.

Sementara itu, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 215 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 217.548 kasus.

Editor : Ainun Najib

Bagikan Artikel: