Begini Pandangan Psikolog UGM Melihat Aksi Anarkisme Suporter Sepak Bola

Kuntadi · Selasa, 26 Juli 2022 - 17:15:00 WIB
Begini Pandangan Psikolog UGM Melihat Aksi Anarkisme Suporter Sepak Bola
Kerusuhan yang diduga dilakukan supporter bola di Gejayan, Yogyakarta. (Foto : tangkapan layar)

SLEMAN, iNews.id - Aksi kerusuhan suporter sepak bola yang akan menyaksikan pertandingan Persis Solo melawan Dewa United di Magelang pecah di Yogyakarta, Senin (25/7/2022). Psikolog UGM melihat kerusuhan di Tugu Yogyakarta dan Gejayan karena dipicu jiwa massa. 

“Anarkisme yang terjadi pada suporter bola ini karena jiwa massa,” kata Psikolog UGM, Prof Koentjoro, Selasa (26/7/2022). 

Menurut dia, setiap indovidu akan bersikap berbeda saat berada di tengah massa atau gerombolan. Hal ini memunculkan perilaku atau tindakan yang tidak akan dilakukan saat sedang sendiri. Apalagi ditambah dengan pakaian atau atribut yang kemudian menggambarkan itu adalah satu bagian. 

“Ini tidak hanya terjadi pada suporter bola, kerumunan massa pada kampanye atau demo juga seperti ini,” ujarnya.  

Untuk mencegah kericuhan massa, diperlukan upaya pengendalian massa, dengan cara memecah massa menjadi kelompok-kelompok lebih kecil agar jiwa massa tidak terlalu solid. Aparat keamanan dapat membuat pengaturan waktu kepulangan suporter dalam beberapa kloter selain mengatur rute untuk  memecah kerumunan.

“Kalau jiwa massa dikendalikan massa itu kan susah apalagi ada penyusup. Untuk mencegah kericuhan perlu memecah konsentrasi massa baik lewat pengaturan waktu ataupun rute,” ujar dia. 

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: