Biaya Riil Penyelenggaraan Haji Terus Meningkat, Perlu Efisiensi dan Upaya Strategis BPIH

erfan erlin ยท Selasa, 06 Desember 2022 - 18:31:00 WIB
Biaya Riil Penyelenggaraan Haji Terus Meningkat, Perlu Efisiensi dan Upaya Strategis BPIH
Sosialisasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2022 dan keuangan haji. (Foto : Ist)

YOGYAKARTA, iNews.id- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut hingga September 2022 kemarin, keuangan haji telah mencapai Rp160,68 triliun. Pendapatan nilai manfaat pun mengalami eskalasi hampir dua kali lipat dari sebesar Rp5,7 triliun pada 2018 menjadi Rp10,5 Triliun pada tahun 2021. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Badan Pelaksana Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Amri Yusuf ketika melakukan sosialisasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2022 dan keuangan haji. 

Amri menjelaskan perbedaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan Bipih. BPIH adalah biaya riil yang digunakan untuk operasional penyelenggaraan ibadah haji per jemaah. Sementara Bipih adalah biaya perjalanan ibadah haji yang dibayarkan oleh calon jemaah haji.  "Dan memang ada perbedaan biaya riil ibadah haji dari tahun ke tahun," kata dia.

Dia menerangkan biaya riil yang diperlukan dalam tiga tahun terakhir terus meningkat, tahun 2018 biaya riil mencapai Rp68,96 juta per jemaah dan tahun 2018 biaya riil mencapai Rp69,16 Juta. Sedangkan pada pemberangkatan haji tahun 2022 biaya riil mencapai Rp97,92 juta.

Hanya saja Bipih yang dibayarkan oleh jemaah sejak 2019 lalu cenderung tetap berkisar di Rp35,24 juta dan baru naik tahun 2022 rata-rata sebesar Rp39,9 juta.  Namun kenaikan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah melainkan dibebankan kepada hasil investasi yang ditampung dalam virtual account BPKH. "Jadi jamaah tidak menanggung kenaikan Bipih. Tetapi hasil dari investasi BPKH," kata dia.

Oleh karena itu ia menila perlu optimalisasi penambahan sebesar Rp59 juta/jemaah yang diambil dari nilai manfaat hasil pengelolaan setoran awal jemaah. Sebab Pengelolaan Keuangan Haji saat ini sangat aman, efisien dan likuid, sesuai dengan amanat UU No 34/2014.

Kendati demikian, pengelolaan keuangan haji tetap perlu dipertimbangkan kembali terkait nilai Bipih mengingat prinsip Istito’ah serta riil biaya haji (BPIH) yang terus meningkat setiap tahun. Sedangkan jumlah setoran awal dan pelunasan cenderung tetap.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: