Polisi: Butuh Peran Aktif Masyarakat Cegah Radikalisme

Kuntadi · Sabtu, 02 Mei 2020 - 14:54:00 WIB
Polisi: Butuh Peran Aktif Masyarakat Cegah Radikalisme
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kulonprogo menyerahkan bantuan kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah radikalisme

KULONPROGO, iNews.id – Keputusan pemerintah meniadakan Salat Tarawih berjamaah di masjid selama pandemi Covid-19 dimanfaatkan sekelompok orang untuk menebar paham radikalisme. Mereka menciptakan isu pembatasan ibadah umat beragama.

“Dalam kondisi Covid-19, jaringan terorisme dan radikalisme itu, tetap bergerak menebar paham radikal di tengah masyarakat,” kata Kanit III Satintelkam Polres Kulonprogo, Ipda Imron Rosidi saat sosialisasi Pelibatan Masyarakat dalam Kegiatan Kontra-radikalisme di Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (5/1/2020).

Sosialisasi ini dilaksanakan Polres Kulonprogo bekerja sama dengan Kodim 0731/Kulonprogo dan Pemkab Kulonprogo.

Menurut dia, jaringan terorisme itu sedang memanfaatkan isu pembataan kegiatan umat beragama. Mulai dari larangan Salat Tarawih berjamaah di masjid, menghilangkan kultum, hingga pengajian dan kegiatan yang selama ini identik saat Ramadan.

Mereka menjadikan hal itu sebagai pintu masuk untuk menebar ajaran radikalisme di masyarakat. Meski begitu, polisi dan petugas kemanan juga tidak kalah sigap. Keberadaan jaringan terorisme justru berhasil diungkap.

Terangkir jaringan di Sidoarjo, Jawa Timur dibongkar dan beberapa orang diamankan. Atas kondisi inilah, polisi mengajak adanya peran aktif dari masyarakat untuk melakukan pencegahan. Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus bisa ikut memerangi paham radikalisme.

“Butuh peran aktif masyarakat, untuk ikut memerangi paham radikalisme. Yang ditolak pahamnya bukan orangnya,” ujar Imron.

Sementara itu, Plt Kesbangpol Kulonprogo, Budi Hartono, mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Kehadiran bandara menjadikan Kulonprogo semakin maju. Akan banyak orang datang untuk mencari kos atau tempat tinggal.

“Mayarakat harus ikut mengawasi. Kalau ada yang mau kost tidak salah menanyakan KTP atau keterangan lain,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: