Demi Bantu Warga, Relawan Covid-19 Ini Rela Tidur di Kuburan

Ahmad Antoni ยท Jumat, 30 Juli 2021 - 08:13:00 WIB
Demi Bantu Warga, Relawan Covid-19 Ini Rela Tidur di Kuburan
Yulius Pujiono saat tidur dan tertidur di area permakaman Tukluk Sari, Simoboyo, Giriwoyo, Wonogiri usai menggali makam hingga usai memakamkan jenazah Covid-19. (foto Dok Pribadi)

WONOGIRI, iNews.id - Yulius Pujiono (40), tak mengira bakal menjadi relawan pemakaman jenazah Covid-19. Awalnya warga Selorejo RT 04  RW 01 Sornoboyo, Girowoyo, Wonogiri, Jawa Tengah ini sempat takut, namun karena kengininanya untuk menolong rasa takut itu diabaikannya.

Pasalnya, menjadi seorang relawan apalagi dalam urusan pemakaman jenazah Covid-19 merupakan pengalaman pertama kalinya dalam sejarah hidupnya. Apalagi dia ditunjuk menjadi relawan secara mendadak.

Pujiono mengatakan bahwa dia mendadak menjadi relawan bermula ketika saudaranya meninggal akibat terpapar Covid-19. Untuk memakamkan secara protokol kesehatan Covid-19, dibutuhkan tenaga atau relawan yang siap. Pasalnya, di dusun setempat belum ada relawan.

Namun bukan hal mudah mencari relawan yang siap ‘luar dalam’ untuk memakamkan jenazah Covid-19. Butuh nyali dan keberanian untuk menjadi relawan. Dari sini, permasalahan pun muncul.

Pihak Rukun Tetangga (RT) setempat kesulitan mencari relawan. Tak ada satu pun warga yang berani menjadi relawan pemakaman jenazah Covid-19. Padahal warga Dusun Selorejo memiliki 200 KK (kepala keluarga).

“Saat itu Ketua RT menunjuk warganya untuk jadi relawan tapi nggak ada yang mau. Akhirnya saya yang ditunjuk. Ya dengan sedikit terpaksa saya mau jadi relawan,” kata Pujiono saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (29/7/2021) malam.

“Sebelumnya selama enam jam mencari relawan, tak satu pun warga ada yang mau. Akhirnya ada tujuh orang, termasuk saya menjadi relawan pemakaman jenazah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Puji itu mengatakan dirinya sudah standby berada di tempat permakaman Tukluk Sari, Simoboyo, Giriwoyo, sejak pukul 06.00 WIB, Sabtu (17/7). Karena menunggu kedatangan jenazah yang cukup lama, Puji pun terpaksa tidur di kuburan (area permakaman).

 “Saya jam 6 pagi sudah di kuburan, karena semalaman nggak tidur dan ngantuk kemudian saya tidur di kuburan. Sekitar jam 10 jenazahnya baru datang,” ujar Puji.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2