Diguyur Air dari 7 Sumber, Prosesi Siraman Erina Gudono Dilakukan GKR Hemas

erfan erlin ยท Jumat, 09 Desember 2022 - 12:49:00 WIB
Diguyur Air dari 7 Sumber, Prosesi Siraman Erina Gudono Dilakukan GKR Hemas
Calon menantu Presiden Joko Widodo, Erina Sofia Gudono melakukan prosesi siraman. GKR Hemas dan GKBRAy Adipati Paku Alam ikut dalam prosesi ini. (Foto : MPI/erfan erlin)

SLEMAN, iNews.id-Usai menjalani langkahan, calon menantu Presiden Joko Widodo, Erina Sofia Gudono melakukan prosesi siraman. Prosesi ini merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan masyarakat Jawa menjelang akad nikah.

Prosesi siraman dilakukan di kediaman Erina Dusun Purwosari, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 9 Desember 2022. Erina disiram dengan air dari 7 sumber yang telah ditaburi bunga 7 rupa.

Setelah melalui proses doa, tradisi siraman kemudian dilakukan. Untuk penyiraman pertama dilaksanakan oleh ibunda Erina Gudono, Sofiatun Gudono. Tiga kali perempuan ini menyiramkan air dari tempayan dari tanah. Untuk gayungnya sendiri terbuat dari tempurung kelapa dengan gagang dari bambu.

Usai siraman, Sofiatun Gudono mengucurkan air untuk dipakai berwudlu Erina. Sebuah simbol yang pensucian diri memasuki gerbang pernikahan. Dan itu dilanjutkan dengan prosesi memotong rambut calon mempelai perempuan.

Setelah Sofiatun kemudian siraman dilakukan oleh permaisuri Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Dengan mengucapkan doa, anggota DPD dari DIY ini menyiram tubuh Erina mulai dari kepala dilanjutkan punggung kanan baru punggung kiri.

Selanjutnya istri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X atau wakil Gubernur DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam juga terlihat melakukan ritual yang sama untuk Erina.

Selain itu, siraman juga dilakukan istri Menteri Sekretaris Negera Pratikno, Siti Farida Pratikno; serta Sutati Muhaimin; dan Fatimatun Zahro yang merupakan kerabat dari mempelai perempuan yang dituakan.

"Memotong rambut sebagai simbol melepas lajang atau berakhirnya masa lajang bagi mempelai," kata budayawan Wigung Wratsangka sekaligus pembawa acara prosesi pernikahan.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: