Dinkes Kota Yogya Kirim Sampel Pasien Covid-19, Ada Indikasi Subvarian Terbaru

Antara · Minggu, 31 Juli 2022 - 19:39:00 WIB
Dinkes Kota Yogya Kirim Sampel Pasien Covid-19, Ada Indikasi Subvarian Terbaru
Sampel Covid-19 di Yogyakarta diuji di laboratorium karena diindikasi varian baru . (Foto: Ilustrasi/Ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengirimkan sampel dari pasien Covid-19 yang ditengarai probable subvarian terbaru. Sampel dari berbagai kondisi klinis ini telah dikirim ke laboratorium untuk menjalani tes whole genome sequencing (WGS)

“Sampel yang kami nilai probable subvarian terbaru dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan WGS,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah di Yogyakarta, Minggu (31/7/2022).

Menurutnya, varian yang banyak ditemukan akhir-akhir ini adalah sub varian Omicron BA.4 dan BA.5 serta muncul subvarian terbaru BA.2.75 dengan fatalitas yang juga rendah. Sedangkan kasus di Yogyakarta juga belum bisa dipastikan apakah dari varian terbaru, menunggu hasil pengujian.  

Lana memastikan seluruh fasilitas dan perangkat yang ada siap untuk menangai lonjakan kasus Covid-19. Ruang perawatan di rumah sakit rujukan dan isolasi terpadu untuk pasien bergejala ringan tersedua. Selter isolasi di Rusunawa Bener saat ini merawat dua pasien dengan bed occupancy rate rumah sakit kurang dari 10 persen.

“Kami juga melakukan surveilans di sekolah dan menemukan 19 kasus dari 32 sekolah yang disasar,” ujarnya 
 
Sejauh ini tidak ada sekolah yang ditutup, karena temuan kasusnya di bawah lima persen. Penutupan hanya dilakukan jika kasusnya lebih dari lima persen. Hanya ada kelas yang ditutup karena beberapa siswanya terpapar. 

“Ini sudah sesuai ketentuan," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Hasyim.

Selama sepekan kemarin, surveilans dilaksanakan di 16 SD, delapan SMP dan 10 SMA/SMK dengan total sasaran mencapai sekitar 1.570 siswa. Surveilans ini untuk mencegah penularan Covid-19 dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: