Dinpar Kulonprogo Ancam Tutup Usaha Wisata Tak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Kuntadi ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 17:47 WIB
  Dinpar Kulonprogo Ancam Tutup Usaha Wisata Tak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19
Wabup Kulonprogo Fajar Gegana melakukan simulasi di salah satu usaha pariwisata. (Foto:iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.idDinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo mengancam akan menutup usaha jasa pariwisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Langkah tegas ini akan diambil, setelah penambahan kasus Covid-19 di DIY dalam sepekan terakhir cukup tinggi.

“Semuanya harus tunduk dan mematuhi protokol kesehatan, kalau melanggar sanksinya akan kami tutup,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, di sela simulasi dan penerapan protokol kesehatan di Rumah Makan Dapur Semar, Wates, Kulonprogo, Kamis (23/7/2020).

Joko mengatakan, sejak awal dinas selalu tegas dalam melakukan verifikasi sampai dengan rekomendasi turun. Semua pelaku usaha dan objek wisata wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Tambahan kasus Covid-19 di DIY sangat tinggi, perlu perhatian dari seluruh pihak tak terkecuali pegiat pariwisata,” kata Joko.

Dikatakannya, ada beberapa objek wisata di Kabupaten Kulonprogo yang sudah buka kembali secara terbatas. Dalam masa uji coba mereka boleh dikunjungi wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Dari 11 destinasi ada lima objek wisata yang sudah diverifikasi, kalau usaha wisata sudah sekitar 25,” katanya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan, Pemkab Kulonprogo melakukan pengawasan di sejumlah objek wisata yang kembali dibuka. Jika ditemukan ada pelanggaran protokol kesehatan, pasti ada sanksi yang diberikan. Mulai dari teguran, sampai dengan penindakan berupa penutupan.

“Yang tidak tertib akan kami tindak. Tentunya setelah dilakukan evaluasi,” katanya.

Pemilik RM Dapur Semar Johan Arif Budiman mengatakan, hampir lima bulan usahanya stagnan dan cenderung merugi. Memasuki bulan Juli, geliat usaha kuliner baru mulai terasa, meskipun tidak seramai kondisi normal.

“Kita sudah terapkan protokol kesehatan. Sebelumnya kita sudah konsultasi ke Dinas Kesehatan ataupun ke Dinas pariwisata terkait protokol yang harus dipenuhi,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi