Diturunkan dari Bus di Wates, Pria Misterius dengan Gejala Batuk Meninggal

Kuntadi ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 17:18 WIB
Diturunkan dari Bus di Wates, Pria Misterius dengan Gejala Batuk Meninggal
Petugas Polres Kulonprogo mengidentifikasi obat dan barang milik penumpang bus yang meninggal. (Foto: Humas Polres Kulonprogo)

KULONPROGO, iNews.id – Pria misterius yang menumpang bus dari Terminal Giwangan Yogyakarta dan diturunkan di Wates, Kulonprogo karena gejala batuk-batuk akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Wates, Jumat (24/7/2020). Pria paruh baya dengan usia sekitar 50 tahun ini, hendak ke Bekasi, Jawa Barat.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefry, mengatakan, korban meinggal sekitar pukul 08.45 WIB pagi tadi. Sebelumnya korban telah dirawat semenjak Selasa (21/7/2020). Selama dalam perawatan di RSUD Wates, tidak ada identitas dari pasien tersebut.

“Iya, ini masih mister X tidak ada identitasnya,” kata Jefri, Jumat (24/7/2020).

Mendapat ada laporan ada pasien meninggal, petugas Inafis langsung meluncur ke RSUD Wates untuk melakukan identifikasi. Namun dari hasil pengecekan dari sidik jari, identitasnya tidak diketahui.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan termasuk sidik jari, tetapi identitasnya belum diketahui,” ujarnya.

Sebelumnya pasien ini merupakan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP). Korban naik dari terminal Giwangan Yogyakarta tujuan Bekasi. Dalam perjalanan, pasien ini mengalami batuk-batuk sehingga membuat penumpang lain tidak nyaman. Akhirnya awak bus menurunkannya di Terminal bus Wates.

Begitu turun, korban langsung dievakuasi oleh relawan ke RSUD Wates dengan protokol kesehatan Covid-19. Di salah satu lengan tangannya juga masih ada perban menempel yang diduga dari bekas perawatan medis.

Dari pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan uang tunai Rp306.000. Korban juga membawa sejumlah obat-obatan yang dikeluarkan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tertanggal 15 Juli. Dari kertas label pada obat diketahui bernama Pardi. Selain itu korban juga membawa tiket bekas Po Murni Jaya dengan tujuan Yogyakarta tertanggal 19 Juli dengan nama Pardi.

“Kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemakaman,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi