Dosen UGM Ini Berdayakan Pemuda lewat Program Ayo Angon

Priyo Setyawan ยท Kamis, 28 Oktober 2021 - 01:23:00 WIB
 Dosen UGM Ini Berdayakan Pemuda lewat Program Ayo Angon
Melalui program Ayo Angon pemuda diberbadayakan dan didampingi dalam bidang peternakan. (Foto : Dok Humas UGM)

SLEMAN, iNews.id-Dosen Fakultas Peternakan UGM, Muhsin Al Anas menginisiasi pemberdayaan dan pendampingan pemuda di bidang peternakan lewat program Ayo Angon. Melalui program ini, pemuda bisa memiliki bisnis di bidang peternakan sekligus menjadi solusi dengan semakin berkurangnya jumlah peternak setiap tahun.

Program Ayo Angon sendiri dirintis sejak 2020 dan diaplikasikan  pada  tahun 2021  di Kalurahan Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul dan Desa Bulan, Wonosari, Klaten.  Pemuda yang terlibat dalam program ini berusia 20-35 tahun.

Muhsin Al Anas mengatakan target utama dari program ini adalah pemuda memiliki bisnis di bidang peternakan yang efisien dan menguntungkan. Transfer pengetahuan dan teknologi tentunya menjadi hal wajib untuk pengembangan bisnis. Sehingga diharapkan, pemuda mulai melihat bahwa peternakan yang dijalankan secara bisnis dapat memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekonomi.

“Selama ini, pandangan banyak orang adalah peternakan masih dijalankan secara tradisional dan kurang menguntungkan,” kata Muhsin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/10/2021). 

Melalui Ayo Angon, dia ingin mengubah pandangan anak muda bahwa peternakan kurang menguntungkan, terlebih pekerjaan kasar dan berat. Selain itu, pemuda sangat dibutuhkan untuk menggerakan industri peternakan supaya dapat turut andil dalam memperjuangkan kedaulatan pangan.

“Program ini sudah dilaksnakan di Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul dan Desa Bulan, Wonosari, Klaten. Di Ngalang, program yang dikembangkan adalah pabrik pakan konsentrat dan penggemukan domba serta sapi. Sedangkan di Desa Bulan, peternakan bebek dan pabrik pakan,” katanya.

Di dua lokasi tersebut, juga dikembangkan kelompok ternak untuk mengelola bisnis dan melakukan kemitraan dengan masyarakat. Seperti  di Kalurahan Ngalang, kelompok ternak mengembangkan pabrik pakan konsentrat untuk usaha penggemukan. Pakan konsentrat tersebut dimitrakan dengan peternakan sekitar sebagai pinjaman program penggemukan domba atau sapi selama 3-4 bulan. 

“Setelah melakukan penjualan ternak, peternak berkewajiban mengembalikan biaya pakan konsentrat,” ujarnya.

Muhsin Al Anas menambahkan pelaksanaan program Ayo Angon dimulai dari pemilihan pemuda yang memiliki ketertarikan di bidang peternakan. Setelah itu, pemuda akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya peternakan.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: