Hadiri Aksi Solidaritas Suporter, Bupati Gunungkidul: Jangan Fanatik Berlebihan
Dalam kesempatan tersebut Sunaryanta juga berpesan, kejadian di Stadion Kanjuruhan dapat dijadikan pembelajaran bersama. Sehingga kedepan tidak terulang kembali tragedi yang dapat mencoreng persepakbolaan Indonesia.
“Sepakbola saat ini menjadi salah satu olahraga pemersatu bangsa,” katanya.
Aksi solidaritas dan doa bersama ini dimulai pukul 20.00 WIB. Sebelum acara doa bersama dimulai, perwakilan masing-masing suporter diberikan kesempatan untuk memberikan orasi. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan menyalakan lilin dan doa bersama.
Perwakilan Supoter, Bima Candra mengatakaan, kegiatan aksi solidaritas untuk Kanjuruhan diharapkan menjadi awal bersatunya element suporter bola di Gunungkidul. Peristiwa yang terjadi dapat diambil hikmah dan pembelajaran.
“Tidak menyangka akan banjir suporter seperti ini semoga menjadi titik awal bersatunya suporter di Gunungkidul,” katanya.
Bima berharap melalui kegiatan ini, Pemkab Gunungkidul dapat merangkul element suporter yang ada di Bumi Handayani.
“Kita tinggalkan rivalitas, kita bersama sama dari Gunungkidul menciptakan iklim sepakbola yang baik, mendidik dan berkarakter untuk Indonesia,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi