Hadiri Aksi Solidaritas Suporter, Bupati Gunungkidul: Jangan Fanatik Berlebihan
GUNUNGKIDUL, iNews.id - Aksi solidaritas dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang digelar masyarakat Gunungkidul di titik nol Gunungkidul, Senin (3/10/2023) malam. Ribuan warga Gunungkidul hadir untuk melakukan doa bersama.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ikut berduka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pihaknya berpesan kepada seluruh pecinta sepak bola untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
"Pemerintah Gunungkidul turut memberikan dukungan untuk aksi solidaritas ini," ujar dia, Senin (3/10/2022) malam.
Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat yang hadir mendoakan korban tragedi Kanjuruhan yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Tragedi tersebut harus menjadi yang terakhir dan tidak boleh terulang kembali di masa yang akan datang.
Sunaryanta menekankan semangat dan mendukung klub kesayangan boleh saja dilakukan dan itu hak semua orang. Namun tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Fanatisme berlebihan justru dapat memecah-belah hubungan dengan suporter lain.
"Saya berpesan fanatisme sewajarnya saja. Jangan berlebihan karena justru berdampak buruk nantinya," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut Sunaryanta juga berpesan, kejadian di Stadion Kanjuruhan dapat dijadikan pembelajaran bersama. Sehingga kedepan tidak terulang kembali tragedi yang dapat mencoreng persepakbolaan Indonesia.
“Sepakbola saat ini menjadi salah satu olahraga pemersatu bangsa,” katanya.
Aksi solidaritas dan doa bersama ini dimulai pukul 20.00 WIB. Sebelum acara doa bersama dimulai, perwakilan masing-masing suporter diberikan kesempatan untuk memberikan orasi. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan menyalakan lilin dan doa bersama.
Perwakilan Supoter, Bima Candra mengatakaan, kegiatan aksi solidaritas untuk Kanjuruhan diharapkan menjadi awal bersatunya element suporter bola di Gunungkidul. Peristiwa yang terjadi dapat diambil hikmah dan pembelajaran.
“Tidak menyangka akan banjir suporter seperti ini semoga menjadi titik awal bersatunya suporter di Gunungkidul,” katanya.
Bima berharap melalui kegiatan ini, Pemkab Gunungkidul dapat merangkul element suporter yang ada di Bumi Handayani.
“Kita tinggalkan rivalitas, kita bersama sama dari Gunungkidul menciptakan iklim sepakbola yang baik, mendidik dan berkarakter untuk Indonesia,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi