Haji Tajir Ini Borong Tembakau Petani hingga Rp20 Miliar

Didik Dono Hartono ยท Rabu, 24 November 2021 - 10:43:00 WIB
Haji Tajir Ini Borong Tembakau Petani hingga Rp20 Miliar
Petani saat menerima uang hasil penjualan tembakau yang dibeli Haji Rame di Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. (iNews/Didik Dono)

TEMANGGUNG, iNew.id – Haji Rame mendadak kondang. Haji tajir warga Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini memborong hasil panen tembakau secara tunai hingga Rp20 miliar. 

Haji Rame memang dikenal sebagai juragan tajir sekaligus petani tembakau. Aksi Haji Rame ini membuat petani tembakau di lereng Gunung Sumbing itu mendadak menjadi jutawan baru.

Para petani tembakau rata-rata menerima ratusan juta hingga hampir setengah miliar rupiah.  Bahkan, karena tak sanggup membawa uang banyak, para petani memasukkan uang ratusan juta rupiah tersebut ke dalam tas kresek dan dibawa pulang.

Tembakau sering dijuluki emas hijau, karena harga jualnya yang fantastis hingga mencapai jutaan rupiah per kilogram. Tembakau menjadi komoditas utama para petani Temanggung di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.

Haji Rame mengatakan, dalam panen raya tembakau tahun 2021 ini omzet penjualannya ke pabrikan mencapai lebih dari Rp50 miliar dengan total 8.000 keranjang. 

“Keberhasilan mencapai omzet miliaran rupiah ini karena saya selalu menjaga kemurnian tembakau asli Temanggung,” ujar Haji Rame, Senin (22/11/2021).

Dia mengatakan bahwa jika tembakau murni, originil, petani bisa jaga kualitas, dirinya berani membeli mahal dan insyaallah pabrik juga mau beli mahal.

“Dengan tembakau murni ini, saya mampu menjual tembakau dengan harga paling murah Rp50.000 per kilonya. Sedangkan paling mahal mencapai Rp1 juta per kilogram,” ujarnya.

Amin, salah satu petani tembakau mengaku mendapat Rp168 juta dari hasil penjualan 21 keranjang tembakau miliknya kepada Haji Rame. Dia merasa sangat senang karena dibayar tunai.

“Saya dapat Rp168 juta dengan harga tembakau tertinggi saya punya harga Rp450.000 terendah Rp80.000. Ini jumlahnya 21 keranjang,” ungkap Amin.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: