Hari Pertama Kerja, Begini Suasana Syawalan di Pemkab Sleman

Antara ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 14:49 WIB
Hari Pertama Kerja, Begini Suasana Syawalan di Pemkab Sleman
Bupati Sleman Sri Purnomo menggelar Syawalan terbatas dengan protokol Covid-19, Selasa (26/5/2020). (Foto: Antara)

SLEMAN, iNews.id- Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Syawalan di hari pertama kembali bekerja setelah libur Lebaran, Selasa (26/5/2020). Syawalan digelar dengan menerapkan protokol Covid-19.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Syawalan yang dilakukan sederhana karena masih dalam masa pandemi Covid-19 ini hanya diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman saja.

"Maka Syawalan kali ini pun dilakukan secara simbolis, yakni dengan menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada tanpa saling bersentuhan," kata Bupati Sleman, Sri Purnomo, Selasa (26/5/2020).

Dia menuturkan, meski hanya digelar terbatas, acara Syawalan tersebut mewakili seluruh ASN di Kabupaten Sleman. Seluruh ASN di Pemkab Sleman telah membacakan ikrar Syawalan di lingkungan kerjanya masing-masing.

Selain itu, sejumlah kegiatan yang merupakan rangkaian Syawalan juga ditiadakan. Salah satunya yakni silaturahmi ke kediaman para tokoh masyarakat dan ulama. Agenda itu rutin dilakukan Bupati Sleman beserta jajarannya sekaligus Forkomimda Kabupaten Sleman.

Dia berharap, semua pihak dapat menghadapi kondisi ini dengan sabar dan tetap mematuhi anjuran pemerintah dan berharap suasana Idul Fitri ini dapat mendorong semangat ASN di Kabupaten Sleman dalam menjalankan pekerjaannya.

"Walaupun dengan adanya virus ini mengubah kebiasaan kita yang lama, namun prinsipnya kita Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat," katanya.

Syawalan Pemkab Sleman diawali dengan ikrar Syawal yang dibacakan oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya, kemudian dilanjutkan dengan tanggapan Bupati Sleman. Setelah itu diakhiri dengan acara ramah-tamah secara simbolis dengan tetap menjaga jarak.


Editor : Reza Yunanto