Heboh Masjid di Gunungkidul Dibongkar usai Janji Donasi Rp1,8 Miliar, Ternyata Palsu!
GUNUNGKIDUL, iNews.id – Kekecewaan menyelimuti warga Padukuhan Gari, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Impian mereka memiliki Masjid Al Huda yang layak kini sirna setelah janjian bantuan pembangunan masjid dari donatur besar tak kunjung datang. Padahal, bangunan masjid lama sudah rata tanah.
Peristiwa ini bermula pada akhir tahun 2025. Saat itu, seorang oknum warga setempat meyakinkan panitia pembangunan bahwa dirinya mampu menghadirkan donatur besar untuk merenovasi total Masjid Al Huda.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Huda Gari, Budi Antoro mengungkapkan, oknum tersebut mengklaim peluang bantuan cair mencapai 99 persen. Namun, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi bangunan lama harus dibongkar total agar pembangunan baru bisa segera dimulai.
“Keyakinan itu disampaikan berulang kali sejak November hingga Desember 2025. Karena terdengar sangat meyakinkan, kami dari pihak takmir dan warga akhirnya sepakat untuk melakukan pembongkaran," ujar Budi Antoro, Senin (5/1/2026).
Setelah masjid lama rata dengan tanah, kejanggalan mulai muncul. Panitia diminta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencapai total Rp1,825 miliar. Kecurigaan warga memuncak saat dilakukan penelusuran terhadap calon donatur yang dijanjikan.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa oknum tersebut diduga mencatut nama sebuah yayasan sosial dan salah satu anggota Polda sebagai pihak yang akan mendanai.
Setelah dikonfirmasi, pihak yayasan menegaskan tidak pernah mengetahui atau menyetujui proposal tersebut. Begitu pula dengan anggota Polda yang namanya dicatut, ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam urusan bantuan tersebut.
Kini, warga Padukuhan Gari harus menghadapi kenyataan pahit menjelang bulan suci Ramadhan. Masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah ratusan warga kini tidak bisa digunakan sama sekali.
Editor: Kastolani Marzuki