ISIS Serbu Barak Militer, 11 Tentara yang Sedang Tidur Tewas Tertembak

Umaya Khusniah · Jumat, 21 Januari 2022 - 21:29:00 WIB
 ISIS Serbu Barak Militer, 11 Tentara yang Sedang Tidur Tewas Tertembak
ISIS menyerang barak tentara di daerah pegunungan di utara Baghdad, Irak. (Foto: Reuters)

BAGHDAD, iNews.id - Militan ISIS menyerbu barak tentara Irak di daerah pegunungan di utara Baghdad. Akibat serangan itu, 11 tentara yang tengah tidur tewas.

Serangan ISIS itu terjadi pada Jumat (21/1/2022) pukul 3 pagi waktu setempat di distrik Al-Azim, daerah terbuka di utara Baqouba, Provinsi Diyala. Gerilyawan ISIS masuk ke barak dan menembak mati para tentara yang tengah tidur lelap.

Militer Irak menyebut korban tewas termasuk seorang perwira berpangkat letnan dan 10 tentara. Serangan di lokasi yang terletak lebih dari 120 kilometer utara ibukota Baghdad itu merupakan salah satu yang paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagian besar kelompok ISIS dikalahkan di Irak pada 2017, dan di Suriah pada 2019. Namun mereka tetap aktif melalui sel-sel tidur di banyak daerah. 

Militan dari kelompok ekstremis Muslim Sunni itu masih melakukan operasi. Mereka sering menargetkan pasukan keamanan, pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya.

Pada bulan Oktober lalu, militan ISIS yang bersenjatakan senapan mesin menyerbu sebuah desa yang didominasi Syiah di Provinsi Diyala. Akibatnya, 11 warga sipil tewas dan melukai beberapa lainnya. 

Para pejabat pada saat itu mengatakan, serangan itu terjadi setelah gerilyawan menculik penduduk desa karena tuntutan mereka untuk mendapat uang tebusan tidak dipenuhi.

Para pejabat mengatakan, bala bantuan tentara dikirim ke desa di mana serangan hari Jumat terjadi. Pasukan keamanan dikerahkan di daerah sekitarnya. 

"Kami menegaskan bahwa darah para martir yang heroik tidak akan sia-sia dan balasan dari unit tentara heroik kami akan sangat keras," kata pernyataan militer Irak.

Serangan ISIS telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Irak dan Suriah. Kelompok itu pernah mendirikan kekhalifahan Islam sebelum dikalahkan oleh koalisi internasional.

Pada Kamis malam, militan ISIS melakukan serangan kompleks di salah satu fasilitas penahanan terbesar di timur laut Suriah untuk mencoba membebaskan para pejuang dari penjara. 

Pasukan pimpinan Kurdi yang menguasai Penjara Gweiran di kota Hassakeh, yang menampung sekitar 3.000 narapidana, mengatakan para tahanan melakukan kerusuhan dan mencoba melarikan diri sementara sebuah bom mobil meledak di luar penjara ketika orang-orang bersenjata bentrok dengan pasukan keamanan.

Seorang juru bicara Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi, Farhad Shami, mengatakan bentrokan berlanjut hingga Jumat di daerah sekitar penjara, menambahkan bahwa setidaknya dua anggota pasukannya tewas dan empat hilang.

Para pejuang dipimpin oleh militan asing, bukan Suriah, banyak dari mereka berbicara dalam dialek Irak, kata Shami. Sejauh ini 12 gerilyawan dipastikan tewas, tambahnya.

SDF mengatakan 89 militan yang melarikan diri ditangkap. Sekelompok narapidana lain melakukan upaya pelarian baru pada hari Jumat, SDF menambahkan.

Koalisi pimpinan AS melakukan serangan udara setelah melaporkan adanya korban di antara pasukan Kurdi pimpinan Suriah Kamis malam.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: