Jelang Nataru, Harga Telur dan Bawang Merah di Bantul Naik

Kuntadi ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 21:15 WIB
Jelang Nataru, Harga Telur dan Bawang Merah di Bantul Naik
TPID DIY melakukan pantauan harga sembako di Pasar Piyungan Bantul, Jumat (13/12/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Harga telur di pasar tradisional di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merangkak naik.  Jika sebelumnya harga telur berada di angka Rp22.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp24.000.

Kenaikan ini diduga karena banyaknya permintaan menjelang natal dan tahun baru (nataru). Selain itu sejumlah komoditas juga mulai naik meski tidak signifikan.

“Kenaikannya masih wajar biasa terjadi dua pekan sebelum natal,” kata Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Setda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayani.

BACA JUGA: Harga Sejumlah Sembako Mulai Naik Jelang Nataru di Yogyakarta

Hal itu ditemukan setelah pemerintah DIY melalui Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) memantau harga sembako di Pasar Piyungan, Jumat (13/12/2019).

Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah, dari harga Rp25.000 per kilogram menjadi Rp30.000 sampai Rp32.000 per kilogram. Sementara gula pasir naik dari Rp11.000 per kilogram menjadi Rp12.500. Minyak goreng naik dari Rp9.000 per liter menjadi Rp11.000 per liter. 

Meski ada kenaikan, Made meminta masyarakat tidak panik. Menurutnya kenaikan harga sembako merupakan hal lumrah dan tingkat kenaikan juga tidak signifikan. Masyarakat tidak perlu panik dengan melakukan aksi borong karena stok di tingkat distributor melimpah.

BACA JUGA: Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Nataru, Menhub Tingkatkan Koordinasi

“Meski permintaan naik namun stok dari distributor masih cukup,” ucapnya.

Menghadapi libur nataru Bulog DIY menyiapkan persediaan beras hingga 38.000 ton, yang terdiri dari beras kelas premium dan medium. Stok ini diperkirakan sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat DIY untuk empat hingga lima bulan ke depan. Begitu juga dengan gula pasir dan minyak goreng juga dipastikan cukup.

Kepala Seksi Distriusi dan Harga Kebutuhan Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handyani mengatakan dari, harga sembako di Pasar Piyungan tidak jauh berbeda dengan beberapa pasar tradisional lainnya. Dinas setiap hari juga melakukan pemantauan harga. Kenaikan harga masih wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.  

“Masyarakat tak perlu panik dengan memborong, stok masih aman,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama