Kapolda DIY Diberi Keris Kiai Sengkelat dari Paguyuban Kawulo Mataram, Begini Maknanya

erfan erlin ยท Senin, 21 November 2022 - 23:08:00 WIB
Kapolda DIY Diberi Keris Kiai Sengkelat dari Paguyuban Kawulo Mataram, Begini Maknanya
Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan foto bersama dengan jajaran pengurus Paguyuban Kawulo Mataram. (Foto : Ist)

SLEMAN, iNews.id- Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan terus menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Tak hanya ke pejabat dan tokoh, silaturahmi juga digelar dengan berbagai komunitas, salah satunya adalah Paguyuban Kawulo Mataram (PKM).  

Acara anjangsana budaya Kapolda DIY dengan Paguyuban Kawulo Mataram digelar di Joglo Kamulyan Jalan Merapi Golf Bedoyo, Cangkringan, Sleman pada Jumat (18/11/2022). 

Kegiatan berlangsung sederhana penuh kehangatan dan menyajikan keramah-tamahan khas Yogya utara. Alunan Gendhing Pahargyan yang menunjukan besarnya rasa cinta kasih (liron sih) mengiringi keseluruhan acara dengan harapan terjalin ikatan sinergi dan tamu agung mendapatkan kebahagiaan abadi.

Pada kesempatan itu Ketua Umum Paguyuban Kawulo Mataram Se-Nusantara KRAT Heru Sutrisno Dibyonagoro juga menyerahkan secara langsung pusaka berupa keris Kiai Sengkelat kepada Kapolda. 

KRAT Heru Sutrisno Dibyonagoro mengatakan PKM sebagai organisasi berbasis budaya merasa terhormat dan siap bersinergi dengan Polri dalam rangka mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Sinergi dan kerjasama yang baik antara elemen masyarakat dengan aparat telah terjalin dengan baik dan meneguhkan istimewanya Yogyakarta,"kata dia.

Dia mengatakan Polri tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri untuk mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat. 

Terkait dengan pemberian pusaka keris Kiai Sangkelat, dia menjelaskan sebagai bentuk dukungan moril kepada pimpinan lembaga kepolisian untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi. 

Dia menjelaskan keris Kiai Sengkelat yang dibuat oleh Empu Supo Madrangi telah mampu mengatasi pageblug, kekacauan, kelaparan, kematian, atau wabah penyakit di Majapahit. Kiai Sengkelat mampu meredam aura negatif dari keris Condong Campur dan Keris Nagasasra Sabuk Inten.

"Dalam situasi hari ini Kiai Condong Campur adalah perlambang politik kekuasaan yang masih harus berusaha keras mensejahterakan rakyat dan Kyai Nagasasra atau Sabuk Inten (bersabuk permata) melambangkan kaum pengusaha yang juga belum sepenuhnya bersatu untuk mencapai kesejahteraan bersama, sehinggga diperlukan kekuatan ketiga yaitu kekuatan rakyat yang dilambangkan dengan Kiai Sengkelat”  ujarnya. 

Kiai Sengkelat menjadi sumbangan atau suara rakyat kepada Satria Bhayangkara terpilih untuk menumpas kejahatan, meningkatkan kewibawaan dan menjaga citra kepolisian.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: