Keren, Tiga Pemuda Ini Berkolaborasi Buat Simulasi Analog Hidup di Planet Mars

Priyo Setyawan ยท Kamis, 13 Januari 2022 - 23:40:00 WIB
 Keren, Tiga Pemuda Ini Berkolaborasi Buat Simulasi Analog Hidup di Planet Mars
VMARS (v.u.f.o.c Mars Analog Research Station) prototype module version 01. (Foto : Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id- Keren, tiga pemuda, masing-masing Venzha Christiawan, Erix Soekamti dan Grayce Soba berkolaborasi membuat simulasi analog hdup di  planet  Mars bernama v.u.f.o.c Mars Analog Research Station (VMARS). VMARS rencananya akan dibangun di pegunungan Kulonprogo.

VMARS diklaim akan menjadi yang pertama di Asia tenggara dan merupakan satu-satunya program eksplorasi ruang angkasa yang pembangunan dan pengelolaannya dilakukan dan dijalankan secara bersama-sama oleh berbagai komunitas interdisipliner.

sebagai founder dan sekaligus pemantik ide awal untuk membangun pusat pelatihan hidup di Planet Mars, Venzha Christiawan mengatakan pembangunan Simulasi Mars ini dijadwalkan sudah beroperasi tahun 2021, namun karena masih pandemi  harus ditunda dan direncankan akan dikerjakan tahun 2022.  

Untuk mewujudkan VMARS tahap pertama  atau  prototype berfokus pada tiga hal. Yaitu penelitian "Terraforming" dengan nama V-TF,  Pengenalan  "Space Farm.ing" dengan nama V-SFM, dan Menciptakan kreasi alternatif  "Space Food" dengan nama V-SF.

VMARS  memiliki beberapa program lintas disiplin, antara lain pada riset radio astronomi, mengenal radiasi benda langit, kreasi alternatif space food, inovasi teknologi space farming, serta penelitian extra-terrestrial life.

“VMARS rencananya akan dibangun di pegunungan Kulonprogo yang juga akan melibatkan banyak pihak baik pemerintah daerah, akademisi,  praktisi dan juga komunitas,” kata Venzha kepada iNews.id, Kamis (13/1/2022)

Bersamaan dengan pembangunan VMARS juga  mempunyai beberapa project, di antaranya pameran dan presentasi di berbagai negara.  Tahun 2020 dan 2021 dipresentasikan di Jepang (Yokohama Trienalle) dan Thailand (Bangkok Art Biennale) dan tahun 2022 VMARS akan dipresentasikan di Korea (UNESCO Media Arts Creative City Platform), Taiwan, dan Perancis.

“Program ini akan terus diadakan di negara-negara lainnya guna untuk meningkatkan value dan networking dalam bidang Space Science dan Space Exploration,” kata pegiat Space Art dari Yogyakarta ini.
 
Program lainnya adalah Open Platform bernama VOSTOX, yakni sebuah kolaborasi terbuka di ranah sound dan musik eksperimental. Kegiatan ini akan menghasilkan pertunjukan alternatif dan eksploratif dalam medium yang beragam.

Melalui VMARS yang juga akan didukung oleh HONF Foundation ini, diharapkan Indonesia mampu dan berperan lebih aktif dalam eksplorasi luar angkasa. Mereka sangat yakin bisa memproyeksikan keberadaan VMARS ini untuk mendorong industri antariksa nasional dan ekonomi kreatif bidang astronomi dan sains antariksa di Indonesia.

“VMARS  ini juga dimiliki beberapa negara. Dan setiap negara atau gabungan beberapa negara tersebut, memiliki fokus dan tujuan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Sebut saja, HI-SEAS di Mauna Loa - Hawaii oleh NASA, MDRS di Utah oleh Mars Society, MARS-500 di IBMP Moskow hasil kolaborasi antara Rusia, ESA, dan Cina, D-Mars di Ramon Crater oleh Israel, F-MARS di Pulau Devon, Kutub Utara oleh Mars Society dan Concordia Station di Antartika, Kutub Selatan oleh Perancis dan Italia (ESA).

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: