Kisah Isoter Asrama Haji Sleman, Sempat Ditolak hingga Petugas Urus Jenazah dengan Alat Berat

erfan erlin ยท Rabu, 29 Juni 2022 - 20:50:00 WIB
 Kisah Isoter Asrama Haji Sleman, Sempat Ditolak hingga Petugas Urus Jenazah dengan Alat Berat
Sejumlah pejabat meninjau fasilitas di Asrama Haji Sleman. (Foto : MPI/erfan erlin)

SLEMAN, iNews.id- Isolasi Terpadu (Isoter) Asrama Haji Sleman resmi ditutup menyusul kasus Covid-19 menunjukkan angka yang rendah. Asrama Haji tersebut akan dikembalikan fungsinya guna memenuhi kebutuhan persiapan haji dan penginapan bagi masyarakat umum.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Marwan mengakui, kehadiran Asrama Haji sebagai Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) atau selter ini tak mulus begitu saja. Penolakan warga bahkan penolakan dari pengelola Asrama Haji juga muncul di awal rencana pengoperasian asrama. 

"Karena mereka merasa tidak dibekali ilmu penanganan penyakit infeksius maka awalnya memang banyak penolakan," kata dia, Rabu (29/6/2022)

Untuk memuluskan rencana mereka, Pemkab Sleman dan pihak terkait lainnya memberikan edukasi dan pelatihan-pelatihan. Sampai kemudian mereka berani mengemban tugas pelayanan selter, karena awalnya SDM mulai dari Satpam hingga logistik masih ada yang melakukan penolakan.

Isoter Asrama Haji Sleman ini memiliki kapasitas 196 unit tempat tidur. Mereka tersebar di Gedung Muzdalifah, Mekah dan gedung Madinah. Sementara pasien-pasien yang diisolasi di Asrama Haji punya beragam latar belakang dan usia.

"Pasien di sini dari berbagai macam latar belakang. Ada paguyuban bakul (pedagang), santri, anak sekolah, pegawai negeri sipil. Bahkan ada tahanan titipan Kejari. Sehingga kami bertugas ganda, selain mengisolasi pasien Covid-19, kami juga harus berjaga agar tahanan tidak kabur," ucapnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: