Mahasiswa UNY Sulap Limbah Kotoran Burung Puyuh Jadi Pupuk Organik

Kuntadi ยท Jumat, 23 September 2022 - 18:43:00 WIB
Mahasiswa UNY Sulap Limbah Kotoran Burung Puyuh Jadi Pupuk Organik
Mahasiswa UNY yang KKN di Colomadu, Karanganyar menyulap limbah puyuh jadi pupuk organik. (foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Limbah kotoran ternak kerap menjadi masalah yang cukup kompleks. Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengolah kotoran burung puyuh menjadi pupuk kandang yang berguna untuk mengembangkan tanaman pertanian. 

Limbah ini diolah oleh para mahasiswa UNY yang melaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) K2022-26162 di Desa Gajahan, Colomadu, Karanganyar. Mereka adalah Fauzan Margi Wijayanto prodi PGSD, Putri Oktaviani Pendidikan Luar Biasa, Krista Laila Afifah Pendidikan Administrasi Perkantoran, Kharisma Pendidikan Geografi, Luthfiana Nada Faiha Mufidah Ilmu Keolahragaan.

Selain itu, Zaqya Risda Rakhmasari Pendidikan Akuntansi, Marini Azzah Afifah PJSD, Fahrul Ahmad Fauzi Pendidikan Teknik Informatika, Sekar Arum Purnama Jati Pendidikan Ekonomi dan Yahya Irawan Pendidikan Teknik Mesin. 

“Ide awal ini karena limbah burung puyuh hanya dibuang di TPS dan belum dimanfaatkan, sehingga menimbulkan polisi udara dan bau tak sedap,” kata Fauzan, Jumat (23/9/2022).

Kotoran burung ini selama ini hanya dibuang dan menumpuk di TPS. Padahal setiap minggu hasilnya mencapai 1 ton. Saat musim kemarau limbah ini diambil petani di Boyolali untuk memupuk sayuran. Hanya saja proses pengolahan limbah ini cukup lama karena butuh proses fermentasi. Sementara kalau dipakai langsung justru tanaman akan mati. 

Krista Laila Afifah mengatakan, proses pengolahan pupuk ini menggunakan formula memanfaatkan cairan EM4, glukosa dan  bubuk Trichoderma. Obat ini harganya cukup  murah  dan dapat digunakan untuk menurunkan amonia dan membantu fermentasi. 

Sebotol EM4 dapat digunakan untuk memfermentasi sekitar 1 ton kotoran puyuh dengan waktu fermentasi 1-2 minggu. Sebelum di fermentasi limbah kotoran burung puyuh dikeringkan dengan cara dijemur. Selanjutnya bubuk trichoderma dicampurkan ke  dalam limbah  kotoran  burung  puyuh  yang  sudah kering. 

Cairan EM4 kemudian dicampur dengan glukosa dan air dengan perbandingan 1:1:50 dan disemprotkan pada limbah kotoran burung puyuh yang sudah dikeringkan. Setelah itu pupuk dimasukkan  ke  karung  dan  ditunggu  1-2  minggu.  Setelah proses fermentasi pupuk siap digunakan. 

“Begitu jadi pupuk bisa langsung dimanfaatkan untuk memupuk tanaman,” katanya. 

Kepala Desa Gajahan Lilis Nuryanti mengucapkan terima kasih atas pengabdian mahasiswa UNY dalam memproduksi pupuk kandang. Tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah, namun juga meningkatkan ekonomi masyarakat. 

“Kami berharap mahasiswa juga bisa mengenalkan Gajahan, melalui website desa,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: