Mendikbud Nadiem Makarim Lepas 4.500 Mahasiswa UGM Peserta KKN secara Daring

Kuntadi ยท Senin, 29 Juni 2020 - 20:06 WIB
 Mendikbud Nadiem Makarim Lepas 4.500 Mahasiswa UGM Peserta KKN secara Daring
Mendikbud nadiem Makariem melepas mahassiwa UGm yang mengikuti KKN PPM secara daring. Foto : Humas UGM

YOGYAKARTA, iNews.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melepas 4.504 mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian masyarakat (KKN PPM) UGM secara daring. Para mahasiswa ini akan diterjunkan di 27 provinsi mulai hari ini sampai dengan 18 Agustus mendatang.


“Saya salut sekali dengan inovasi ini. KKN UGM itu jadi salah satu inspirasi kami untuk program kampus merdeka,” kata Nadiem saat melepas dari Balai Senat UGM, Senin (29/6/2020).


Selama ini, program kegiatan KKN dilakukan dengan terjun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan warga. Namun dalam masa pandemi Covid-18, kegiatan KKN dilakukan secara online untuk melindungi kesehatan dan keselamatan mahasiswa dan masyarakat dari penularan Covid-19.

Mendikbud meminta mahasiwa melakukan pendidikan dan pengajaran bagi siswa SD yang selama ini kesulitan belajar karena keterbatasan akses pada teknologi. Semester depan mahasiswa UGM dan kampus lain diharapkan bisa membimbing anak SD belajar dari rumah.

Kegiatan KKN selama kurang lebih dua bulan dirasakan belum cukup untuk mewujudkan konsep kampus merdeka yang dia canangkan. Idealnya selama dua semester mahasiswa belajar di luar kampus, untuk KKN, magang serta pertukaran mahasiswa.

“Dua semester mahasiswa harusnya belajar di luar kampus,” katanya.


Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, program KKN merupakan proses pembelajaran di kampus dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian mahasiswa pada permasalahan riil di masyarakat. Lantaran pandemi Covid-19, terpaksa dilaksanakan secara daring.

“Kita tidak ingin mahasiswa terlambat masa studinya. KKN sebagai mata kuliah wajib yang harus terus terselenggara dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan mahasiswa dan masyarakat,” katanya.

Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo meminta mahasiswa mengedukasi warga masyarakat yang selama ini mengalami kekhawatiran terhadap Covid-19. Bahkan kegiatan vaksinasi di posyandu hingga suntik KB pun tidak lagi berjalan karena takut tertular.
“Mahasiswa bisa mengedukasi warga soal Covid-19,” katanya.

Mahasiswa juga diharapkan membantu pendataan secara digital terhadap kelompok masyarakat terdampak dari Covid-19. Sebab banyak data penyerahan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran karena data yang tidak tepat. Para mahasiswa ini akan ditempatkan di 178 lokasi, yang tersebar di 28 provinsi, 77 kabupaten, dan 263 desa.


Editor : Kuntadi Kuntadi