Menilik Mitos dan Misteri Pantai Parangtritis Yogyakarta

Reza Rizki Saputra · Selasa, 02 Agustus 2022 - 21:13:00 WIB
 Menilik Mitos dan Misteri Pantai Parangtritis Yogyakarta
Pantai Parangtritis di waktu sore. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pantai Parangtritis dikenal memiliki mitos yang berkaitan dengan penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. Artikel kali ini akan membahasnya secara jelas. 

Pantai Parangtritis merupakan salah satu tempat wisata yang yang terletak di Desa Parangtritis, Kapanéwon Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Jaraknya sekitar 27 km dari pusat Kota Yogyakarta. Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Yogyakarta dan telah menjadi ikon pariwisata di Yogyakarta. 

Pantai ini memiliki nilai simbolis yang merupakan garis yang sifatnya magis dan menghubungkan Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta serta Gunung Merapi. Garis ini dikenal sebagai Garis Imajiner  atau Sumbu Filosofi Yogyakarta. 

Pantai Parangtritis dikenal memiliki ombak ganas serta menyimpan sejuta misteri di dalamnya. Banyak mitos, pantangan, serta keanehan yang hingga saat ini masih dipercayai oleh masyarakat setempat. Mulai dari mitos larangan memakai baju warna hijau, banyaknya korban yang terseret gelombang ombak, hingga legenda Ratu Laut Kidul . 

Namun dibalik itu semua, Pantai Parangtritis sebenarnya memiliki keindahan panorama alam yang luar biasa. Setibanya di lokasi pantai, wisatawan akan disuguhkan dengan pasir berwarna kecoklatan yang membentang di seluruh bibir pantai.

Sejarah Pantai Parangtritis

60 peselancar meramaikan kompetisi surfing nasional di Pantai Parangtritis, Bantul. (foto: istimewa)
60 peselancar meramaikan kompetisi surfing nasional di Pantai Parangtritis, Bantul. (foto: istimewa)

Asal nama parangtritis didapat dari sebuah kisah yang dipercaya merupakan latar belakang penamaan pantai tersebut. Kata Parangtritis diperoleh dari penggabungan dua kata yaitu Parang dan Tumaritis. 

Konon katanya, dahulu ada seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yakni Pangeran Dipokusumo melarikan diri hingga pada akhirnya beliau sampai di pantai ini. Sampai di pantai, pangeran melakukan semedi dan melihat ada air menetes atau tumaritis dari sela-sela batu karang atau parang. 

Parang dalam bahasa jawa dapat diartikan kara dan tumaritis mempunyai arti menetes. Pangeran tersebut kemudian menamai wilayah tersebut sebagai Parangtritis, atau air yang menetes dari batu. Lokasi ini diyakini pula sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga, seusai Panembahan Senopati melakukan pertapaan.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: