Miris, Nenek Ini Diberi Amplop Isi Potongan Kertas oleh Dua Orang Tak Dikenal

Bramantyo · Rabu, 24 Februari 2021 - 23:16:00 WIB
 Miris, Nenek Ini Diberi Amplop Isi Potongan Kertas oleh Dua Orang Tak Dikenal
Ngatiah atau Mbah Sariyo, pedagang baju bekas di Kota Solo yang dikerjai orang tak dikenal dengan diberi amplop berisi potongan kertas. Foto: Bramantyo

SOLO, iNews.id- Miris, Mbok Sariyo (86) pedagang pakaian bekas yang biasa mangkal di sekitar patung pahlawan, Tipes, Kecamatan Serengan, Solo menjadi korban kejahilan dua orang tak dikenal saat berjualan. Dia diberi amplop berisi potongan kertas.

Saat iNews.id menyambangi kediamannya, Mbah Sariyo tengah duduk sendirian di teras rumah. Wajahnya yang berkerut, tengah asyik melihat anak-anak kecil bermain.

Sesekali, pemilik nama lengkap Ngatiah ini tertawa lepas melihat kepolosan anak-anak kecil bermain. Tawa Ngatiah terhenti saat melihat kedatangan iNews.id.

"Monggo pinarak (silahkan duduk)," kata Ngatiah mengawali pembicaraan dengan menggunakan Bahasa Jawa, Rabu (24/2/2021). 

Sejenak ia nampak bingung, namun langsung memahami setelah dijelaskan. Ngatiah begitu lancar menceritakan kembali apa yang dialaminya dua minggu lalu.Kala itu, dirinya berjualan seperti biasa ketika sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depannya.

"Saya kaget waktu lagi jualan, tahu-tahu ada mobil bagus banget berhenti di depan saya. Terus turun laki-laki dan perempuan menghampiri," ujarnya. 

Kedua orang tak dikenalnya ini lalu memberi amplop berukuran besar. Dirinya sempat bingung. Mereka lalu menjelaskan bahwa amplop untuk modal usaha. Keduanya meminta agar Ngatiah tidak membuka sebelum keduanya pergi.

"Saya sempat bertanya kenapa harus menunggu pergi. Mereka bilang takut pedagang lainnya tahu, akan saling berebut minta modal,"ujar Ngatiah.

Dia lalu menuruti apa yang mereka ucapkan. Setelah keduanya berlalu, Ngatiah membuka amplop yang diberikan. "Sewaktu saya buka, isinya potongan koran semua," jelas Ngatiah. 

Pedagang lain yang saat itu ada di dekatnya, ikut terkejut dan mendekati Ngatiah untuk melihat isi potongan kertas yang diberikan.

"Pedagang lainnya mendekati saya, mau lihat isinya. Waktu saya perlihatkan isinya koran, mereka juga kaget," ucap Ngatiah.

Meski demikian, dirinya tidak sakit hati meskipun menjadi bahan permainan. Dia hanya berdoa agar orang yang memberi mendapatkan hidayah dari Allah.

"Saya tidak sakit hati. Biarkan saja, semoga Allah memberikan hidayah," tuturnya. 

Ngatiah mengaku sudah lama berjualan pakaian bekas di sekitar bundaran patung Tipes. Namun baru Selasa (23/2/2021) kemarin dilarang berjualan di lokasi tersebut. Karena dilarang, ia kini ada di rumah.

"Saya sudah tidak berjualan lagi di tempat itu. Soalnya sudah tidak boleh. Jadi sekarang banyak di rumah,"katanya

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2