Pakar UGM Sebut Sesajen Bagian Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia

Kuntadi · Sabtu, 15 Januari 2022 - 22:08:00 WIB
Pakar UGM Sebut Sesajen Bagian Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia
Tangkapan layar laki-laki yang menendang dan membuang sesajen di Gunung Semeru. (Foto : Ist)

SLEMAN, iNews.id – Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sartini menyebut sesaji atau sesajen merupakan tradisi kearifan lokal yang masih dilakukan masyarakat di Indonesia. Sesaji ini berupa pengharapan agar masyarakat di suatu daerah diberikan keselamatan.

“Di masyarakat kita tradisi sesajen sering diartikan sebagai bentuk persembahan baik kepada Tuhan, dewa, roh leluhur, atau nenek moyang, dan makhluk yang tidak kelihatan,” kata Sartini, mensikapi polemik penendangan sesajen di Gunung Semeru yang viral, Sabtu (15/1/2022)

Tradisi ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha masuk di Indonesia. Sesaji biasanya dikaitkan dengan ritual yang diadakan untuk tujuan tertentu. Oleh karenanya, benda-benda yang disiapkan untuk tiap sesaji dapat berbeda-beda.

“Masing-masing unsur dalam sesaji  mempunyai filosofinya sendiri,” kata dosen Filsafat yang menggeluti nilai kearifan lokal ini.

Dalam masyarakat Jawa, sesaji sering sering disebut sebagai kelengkapan atau uba rampe. Sementara di Lumajang, bila itu sebagai tradisi masyarakat setempat, mungkin saja orang yang melakukan sesaji menganggap Semeru sebagai “makhluk” yang memiliki kekuatan dan berharap agar Semeru tidak “murka” lagi. 

“Dalam konteks sekarang, tentu di sana termuat permohonan kepada  Tuhan agar mereka diberi keselamatan. Perlu penelitian khusus untuk mengkaji fenomena ini,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: