Penanganan Kasus Penculikan dan Penganiayaan Anak di Gunungkidul Berjalan Lambat

erfan erlin ยท Senin, 27 Juni 2022 - 18:15:00 WIB
Penanganan Kasus Penculikan dan Penganiayaan Anak di Gunungkidul Berjalan Lambat
Pengacara dan orang tua korban berbincang dengan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno. (Foto : MPI/erfan erlin)

GUNUNGKIDUL, iNews.id- Kasus penculikan dan penganiayaan terhadap anak YTL (14) kini di tangan polisi. Kendati sudah sepekan berlalu, namun pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

Padahal, aksi penganiayaan tersebut viral di media sosial dan pelaku penganiayaan sudah jelas orangnya.

Oleh karena itu, Kuasa Hukum YTL, Suraji Noto Suwarno menuturkan, hari Senin (27/6/2022) ini ia bersama tim sengaja datang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) untuk silaturahmi dan memperkenalkan diri jika mereka sudah ditunjuk oleh keluarga korban YTL untuk menjadi kuasa hukum. 

Di samping itu, kehadiran mereka juga untuk menanyakan proses hukum terhadap kasus penculikan dan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga memberikan masukan berkaitan dengan pasal yang bisa disangkakan kepada pelaku.

"Kami mengingatkan agar penyidik juga menerapkan pasal UU ITE. Karena ada rekaman yang menyebar luas berkaitan dengan penganiayaan tersebut," kata dia, Senin (27/6/2022).

Masukan penerapan UU ITE tersebut sengaja ia berikan karena dalam pemanggilan keluarga korban sebagai saksi dalam kasus ini, materi UU ITE belum disebutkan di dalamnya. Yang tercantum dalam surat pemanggilan baru sekedar UU Perlindungan Anak. Padahal, UU ITE sudah jelas mengatur hal tersebut.

Suraji menambahkan, berdasarkan keterangan dari anggota polisi yang menanganinya, memang saat ini sudah dilakukan proses. Sejumlah saksi sudah mereka panggil untuk diperiksa meskipun sampai saat ini belum ada tersangka. "Kita menghormati proses yang dilakukan oleh aparat kepolisian," katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, ia tetap menilai proses hukum yang dilakukan dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap anak YTL berjalan cukup lambat karena belum ada penetapan tersangka. Padahal dalam video tersebut sudah jelas siapa pelakunya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: